Pencarian

Inflasi Samarinda Tembus 3,77 Persen, Pemkot Suntik Ayam Beku Rp 33 Ribu dan Pindahkan Pasar Murah ke Permukiman

Kamis, 06 Agustus 2026 • 13:15:01 WIB
Inflasi Samarinda Tembus 3,77 Persen, Pemkot Suntik Ayam Beku Rp 33 Ribu dan Pindahkan Pasar Murah ke Permukiman
Perumda Varia Niaga menyediakan ayam beku dengan harga Rp33.000 per kilogram untuk menekan inflasi di Samarinda.

SAMARINDA — Angka inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Kota Samarinda yang mencapai 3,77 persen berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mendorong pemerintah daerah memperketat intervensi pasokan pangan dan energi. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga sekaligus daya beli masyarakat di tengah tekanan harga komoditas nonpangan seperti emas dan tarif angkutan udara.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Samarinda Nadya Turisna mengatakan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) memang dipengaruhi sektor nonpangan. Namun, prioritas pemkot tetap tertuju pada keterjangkauan harga bahan pokok dan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM).

"Kenaikan IHK sebesar 3,77 persen ini memang dipengaruhi komoditas nonpangan seperti emas dan transportasi udara. Namun, perhatian utama kami tetap menjaga keterjangkauan harga pangan serta memastikan pasokan bahan bakar minyak tetap aman agar tidak memicu tekanan inflasi lanjutan," ujarnya, Selasa (5/8).

Perumda Varia Niaga Jual Ayam Beku dan Ikan Layang di Bawah Harga Pasar

Strategi pengendalian harga diarahkan pada penguatan sisi pasokan. Pemkot Samarinda mengoptimalkan peran Perumda Varia Niaga untuk menyediakan ayam beku dengan harga Rp 33.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga pasar yang berlaku.

Selain ayam, pemerintah daerah juga memperluas alternatif sumber protein dengan menyediakan ikan layang beku seharga Rp 32.000 per kilogram. Langkah ini diharapkan memangkas rantai distribusi dan menutup ruang spekulasi harga di tingkat pedagang.

GPM Dipindah ke Permukiman Agar Tak Bentrok dengan Pedagang Pasar

Pola pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) ikut dirombak. Evaluasi internal menunjukkan operasi pasar yang digelar di dalam area pasar tradisional justru memicu persaingan tidak sehat dengan pedagang setempat.

"Kami sepakat memindahkan lokasi Gerakan Pangan Murah ke kawasan permukiman warga agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat tanpa mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang di pasar tradisional," kata Nadya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Dinas Perdagangan, Perum Bulog, Dinas Perikanan, dan pemangku kepentingan lainnya menggelar GPM pada 5-6 Agustus 2026 di halaman Masjid Al-Ikhlas, Perumahan Bumi Alam Indah, Kelurahan Lempake. Warga dapat membeli beras SPHP, Minyakita, telur, dan produk perikanan dengan harga di bawah pasar.

Stok BBM di Depo Juanda Aman, SPBU Diminta Buka Pukul 05.00 WITA

Di sektor energi, pemkot memperkuat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan Dinas Perhubungan untuk menjamin kelancaran distribusi BBM. Stok di Depo Juanda dilaporkan aman dengan rincian Pertalite sebanyak 7.463 kiloliter dan Biosolar 2.496 kiloliter.

Untuk mengantisipasi antrean kendaraan yang berpotensi menghambat distribusi barang, seluruh SPBU di Samarinda diminta beroperasi mulai pukul 05.00 WITA. Petugas khusus juga disiagakan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar stasiun pengisian.

Pemkot menilai pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan operasi pasar, tetapi juga kelancaran distribusi pangan dan energi. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, BUMN, instansi vertikal, dan pelaku usaha terus diperkuat agar tekanan inflasi dapat ditekan bertahap tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks