SAMARINDA — Sebanyak 10 sekolah tingkat SMA/SMK sederajat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur bertarung dalam ajang LKBB-PB yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026). SMAN 2 Samarinda berhasil menyabet skor tertinggi dan mengungguli pesaingnya.
Persaingan di ajang tahunan ini cukup ketat. Sepuluh sekolah yang berpartisipasi antara lain:
Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Menurutnya, antusiasme para siswa membuktikan semangat generasi muda dalam kegiatan yang menumbuhkan kedisiplinan dan jiwa kebangsaan.
"Adik-adik dengan semangat yang besar, yang tinggi untuk mengikuti acara ini. Semoga acara ini berkesan dan bermanfaat untuk adik-adik semua," ujar Siti dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Siti juga menekankan bahwa SMAN 2 Samarinda tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga identitas Kalimantan Timur di tingkat nasional. "Satu sekolah yang akan ke Jakarta adalah mewakili Kalimantan Timur. Jadi bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi mewakili Kalimantan Timur," katanya.
Kemenangan ini diraih bukan tanpa hambatan. Pelatih tim SMAN 2 Samarinda, Thesa Muhammad Rechto, mengungkapkan bahwa masa persiapan bertepatan dengan jadwal ujian sekolah para peserta. Hal ini membuat tim tidak bisa berlatih setiap hari.
"Kami sebenarnya tidak bisa latihan setiap hari. Kalau ada waktu latihan, kami memaksimalkannya semaksimal mungkin. Tantangan terbesar minggu ini adalah karena ada ujian, sehingga peserta harus membagi fokus antara belajar dan latihan," ujarnya.
Meski begitu, Thesa memastikan timnya siap meningkatkan intensitas latihan demi memberikan hasil terbaik di Jakarta. "Persiapan ke nasional pastinya latihan akan lebih ketat lagi. Harapannya bisa membanggakan Kalimantan Timur, membanggakan sekolah," katanya.
Kepala Regu SMAN 2 Samarinda, Khevin Dwi Sandika, menceritakan perjuangan tim yang harus membagi waktu antara latihan, ujian sekolah, dan aktivitas lainnya. Dukungan orang tua serta kondisi fisik dan mental menjadi faktor krusial yang harus dijaga.
"Persiapannya sangat berat, apalagi di saat ulangan dan ujian sekolah. Kami cukup kesulitan membagi waktu belajar dengan waktu latihan. Syukur kami bisa sampai di titik ini," ungkapnya.
Khevin juga membagikan momen paling berkesan saat H-1 perlombaan. Seluruh anggota tim menjalani latihan malam di sekolah meski dalam kondisi lelah. Sebelum pulang, mereka membuat lingkaran, berdoa bersama, dan saling menyemangati. "Momen itu yang paling berkesan bagi kami," ucapnya.
Untuk menghadapi kompetisi nasional, tim SMAN 2 Samarinda berencana melakukan penyempurnaan pada aspek formasi dan ketepatan gerakan baris-berbaris. "Kami akan mempersiapkan ketepatan baris-berbaris dan kemungkinan ada perubahan pada beberapa formasi. Harapannya SMAN 2 Samarinda bisa semakin maju," pungkas Khevin.