BALIKPAPAN — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menjadwalkan KM Lambelu melayani rute Makassar-Balikpapan sepanjang Juni hingga Juli 2026. Kapal ini menawarkan tarif ekonomi yang ramah di kantong, dengan harga tiket mulai Rp208.200 per penumpang.
Rute ini menjadi salah satu jalur laut tersibuk yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur. Banyak warga yang memanfaatkannya untuk mudik, keperluan bisnis, atau pindah domisili.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Lambelu dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Makassar menuju Pelabuhan Balikpapan pada beberapa tanggal di bulan Juni dan Juli 2026. Pelni mengimbau calon penumpang untuk memesan tiket jauh-jauh hari, terutama menjelang akhir pekan atau musim liburan.
Harga tiket Rp208.200 tersebut merupakan tarif untuk kelas ekonomi. Penumpang juga dapat memilih kelas yang lebih tinggi dengan fasilitas tambahan sesuai kebutuhan.
Pemesanan tiket KM Lambelu dapat dilakukan melalui aplikasi Pelni, situs resmi, atau langsung di loket pelabuhan. Pelni menyarankan penumpang untuk membawa dokumen perjalanan yang sah, seperti KTP atau kartu identitas lainnya.
Untuk periode Juni-Juli, Pelni juga mengingatkan agar penumpang tiba di pelabuhan minimal dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini untuk mengantisipasi proses boarding yang lebih panjang saat musim padat penumpang.
Selain KM Lambelu, Pelni juga mengoperasikan beberapa kapal lain di rute Makassar-Balikpapan. Namun, KM Lambelu menjadi pilihan favorit karena harga tiketnya yang paling ekonomis di antara kapal sejenis.
Masyarakat yang ingin bepergian dengan anggaran terbatas bisa memanfaatkan jadwal ini. Tiket kelas ekonomi KM Lambelu sering habis dalam waktu singkat, terutama pada akhir pekan.
Keberadaan jadwal rutin ini menjadi angin segar bagi warga Balikpapan dan sekitarnya yang memiliki urusan di Makassar. Biaya transportasi laut yang murah membantu menekan pengeluaran, terutama bagi pelajar, pedagang, dan pekerja migran.
Pemerintah daerah setempat juga mendukung penuh operasional kapal Pelni sebagai moda transportasi publik yang aman dan terjangkau. Jalur ini menjadi tulang punggung konektivitas antarprovinsi di kawasan timur Indonesia.