SAMARINDA — Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim Irma Listiawati mengungkapkan, total pengiriman udang windu tersebut menjadikannya primadona ekspor maritim daerah. "Udang windu menjadi komoditas dominan dengan volume ekspor mencapai 769,9 ton selama lima bulan terakhir tahun 2026 senilai Rp173,3 miliar," kata Irma di Samarinda, Selasa.
Selain udang windu, ada empat produk perikanan unggulan yang turut menopang nilai ekspor Kaltim. Udang pink menempati posisi kedua dengan volume pengiriman 239,2 ton dan nilai ekonomi Rp 31,6 miliar.
Ikan kerapu segar juga mencatatkan pengiriman sebesar 89,3 ton yang menghasilkan devisa negara Rp 7,4 miliar. Permintaan stabil di pasar internasional juga terlihat pada komoditas bawal putih segar dengan volume ekspor 59,7 ton senilai Rp 6,7 miliar. Udang putih melengkapi daftar lima besar melalui pengiriman seberat 27,7 ton dengan total pendapatan Rp 4,7 miliar.
Irma menjelaskan, produk laut berkualitas tinggi ini didistribusikan secara rutin ke 12 negara tujuan utama. Pasar strategis yang menyerap produk perikanan Kaltim antara lain Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, dan Malaysia.
Untuk mempercepat jalur distribusi komoditas segar, terdapat fasilitas penerbangan ekspor langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, China. Pengiriman direct call ini memanfaatkan armada pesawat Cargo Rimbun yang beroperasi rutin dua kali dalam seminggu.
"Pengiriman kargo udara cepat ini dikhususkan untuk produk unggulan yang harus dikirim dalam kondisi segar seperti belut, kepiting, dan ikan segar," ujar Irma.