Pekan lalu, Google merombak total aplikasi Gemini. Namun, bukan tampilan warna-warni atau fitur Daily Brief yang menarik perhatian. Justru Gemini Live — fitur percakapan suara real-time — mendapat peningkatan paling substansial dan jarang dibahas.
Sebelumnya, Gemini Live hanya menampilkan animasi gelombang suara di layar penuh saat diajak bicara. Tidak ada teks, tidak ada gambar — hanya suara. Pengguna harus mengakhiri sesi percakapan jika ingin menyalin atau membagikan jawaban.
Sekarang, antarmuka itu lenyap. Google memperkenalkan desain "Neural Expressive" yang memadatkan animasi gelombang suara menjadi pil kecil di layar. Ruang kosong yang tersisa digunakan untuk menampilkan respons dalam bentuk teks dan gambar secara langsung.
"Ini adalah upgrade paling underrated dari Google I/O," tulis pengulas di Android Central yang sudah menguji fitur ini secara ekstensif.
Perubahan ini membuka cara kerja baru. Saat Gemini Live berbicara, pengguna bisa mengetuk layar untuk menyela. Transkrip teks biasa akan muncul — persis seperti versi chatbot standar. Dari sana, pengguna bisa memberikan suka, tidak suka, menyegarkan, atau menyalin jawaban tanpa mengakhiri percakapan.
Fitur ekspor juga tersedia. Respons Gemini Live bisa langsung dikirim ke Google Docs, dijadikan draf email di Gmail, atau memulai percakapan baru. "Dengan fungsi salin, saya bisa memindahkan respons Gemini Live ke aplikasi lain tanpa menghentikan sesi," tulis pengulas yang sama.
Gemini Live bisa berjalan dari layar utama ponsel. Aktifkan dengan menahan tombol power atau menggesek dari sudut kanan bawah, lalu ketuk ikon gelombang suara. Antarmuka akan mengecil menjadi bola kecil yang tidak mengganggu aktivitas lain seperti scrolling media sosial atau membaca artikel.
Namun, ada ironi dalam pembaruan ini. Sementara Gemini Live menjadi lebih berguna, pengalaman chatbot Gemini standar justru mengalami kemunduran. Alat dan lampiran file kini disembunyikan di bawah satu menu yang membingungkan. Saran chip untuk memicu ide atau fitur eksperimental juga hilang.
"Sejujurnya, pengalaman chat utama Gemini mundur selangkah dengan perombakan Neural Expressive ini," aku pengulas tersebut.
Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa dengan asisten suara seperti Google Assistant, perubahan ini patut dicoba. Gemini Live kini bukan sekadar trik pesta — ia menjadi alat yang benar-benar bisa dipakai untuk multitasking, dari menulis draf email hingga meminta gambar sambil tetap menjalankan aplikasi lain.