KALIMANTAN TIMUR — Jajaran komisaris Brantas Abipraya melakukan Management Walkthrough ke lokasi proyek untuk memastikan progres konstruksi sesuai standar mutu dan keselamatan kerja. Kunjungan ini dipimpin Komisaris Utama Diana Kusumastuti, didampingi Komisaris Independen Isra D. Pramulya dan Santoso, serta Direktur Operasi II Mustafa Nahdi dan SVP Divisi Operasi I Tintus Noviyanto.
Mereka meninjau langsung perkembangan konstruksi sekaligus memastikan penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berjalan optimal di seluruh area proyek. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga tata kelola proyek yang baik dan mendukung penyelesaian tepat waktu.
Gene Bank Indonesia dirancang dengan standar khusus yang jauh lebih kompleks dibandingkan gedung konvensional. Fasilitas delapan lantai ini akan dilengkapi sistem pengendalian suhu dan kelembapan presisi, infrastruktur keamanan berlapis, serta teknologi informasi untuk mengelola big data genomik secara terintegrasi.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa proyek ini menuntut ketelitian teknis tinggi dan penerapan sistem keamanan serta pengendalian lingkungan yang ketat. “Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sampel biologis dalam jangka panjang,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).
Gene Bank Indonesia diproyeksikan menjadi pusat penyimpanan dan riset material genetik terbesar di Indonesia serta pertama di Asia Tenggara. Fasilitas ini diharapkan memperkuat kemandirian riset biomedis nasional, mendukung pengembangan riset genomik, meningkatkan akurasi