Insiden ini terungkap setelah IEH Corp mengajukan formulir 8-K ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Kamis pekan lalu. Perusahaan mengonfirmasi bahwa seorang staf menjadi korban phishing, di mana pelaku menyamar sebagai calon mitra bisnis dan mengirimkan tautan berbagi dokumen palsu yang tampak seperti layanan resmi Microsoft.
Korban kemudian diarahkan ke halaman login tiruan yang berhasil menjaring kredensial akun Microsoft 365 miliknya. "Pelaku ancaman mendapatkan akses ke isi kotak surat, termasuk email, lampiran, komunikasi pelanggan, surat pesanan, dokumentasi terkait rekayasa, dan informasi teknis yang berpotensi berada di bawah kendali ekspor," demikian pernyataan IEH dalam dokumen SEC tersebut.
Akses Berlangsung Lama, Tapi Tak Ada Bukti Data Disalin
IEH mengaku menemukan intrusi ini pada 4 Agustus, namun enggan merinci kapan akun pertama kali diakses dan berapa lama peretas berada di dalam sistem. Yang jelas, selama periode kompromi itu, penyusup memiliki kebebasan untuk membaca dan mengakses seluruh isi mailbox.
Yang menarik, perusahaan menegaskan belum menemukan bukti bahwa data telah disalin atau dieksfiltrasi. Namun para analis keamanan mengingatkan bahwa tidak terdeteksinya pencurian data bukan berarti peretas hanya sekadar melihat-lihat isi inbox lalu pergi.
Akun email yang dikompromikan bisa disalahgunakan untuk memantau komunikasi internal, menyamar sebagai karyawan, mengalihkan pembayaran, atau menyiapkan serangan lanjutan. Sering kali, jejak pencurian data tidak terlihat di log Microsoft 365.
Target yang Menggiurkan: Dari Rudal PATRIOT hingga Torpedo MARK-48
IEH Corporation bukan pemain sembarangan. Perusahaan ini memproduksi konektor hiperboloid yang dirancang untuk lingkungan keras dan tekanan tinggi, digunakan di papan sirkuit cetak, perangkat medis, pesawat komersial, hingga sistem persenjataan utama AS.
Komponen mereka dipakai di program-program bergengsi seperti sistem pertahanan udara PATRIOT, rudal AMRAAM, THAAD, roket presisi APKWS, dan torpedo MARK-48. Daftar pelanggan semacam ini otomatis menjadikan IEH target menarik bagi mata-mata asing yang memburu informasi pertahanan.
Baik Rusia maupun China diketahui aktif mengintai organisasi AS untuk mencuri data terkait pertahanan dalam setahun terakhir. Namun hingga saat ini, belum ada indikasi yang mengarah ke kedua negara tersebut sebagai dalang serangan ke IEH.
Langkah Penanganan dan Dampak Operasional
Pasca insiden, IEH menyatakan akun yang dibobol telah diamankan, aturan mailbox berbahaya yang dibuat peretas dinonaktifkan, dan bukti digital diawetkan untuk penyelidikan lebih lanjut. Perusahaan juga memulai audit menyeluruh terhadap kontrol keamanan akun dan proteksi autentikasi untuk layanan Microsoft 365.
"Akun telah diamankan, aturan kotak surat berbahaya dinonaktifkan, bukti telah dilestarikan, dan tindakan perbaikan sedang berjalan," tulis IEH.
Meski begitu, IEH menegaskan insiden ini tidak mengganggu operasional perusahaan dan diperkirakan tidak akan berdampak material secara finansial. Penyelidikan internal masih terus berlanjut untuk memastikan tidak ada celah lain yang tersisa.
Bagi industri pertahanan, kasus ini kembali menegaskan bahwa rantai pasokan adalah titik lemah yang paling sering dieksploitasi. Satu karyawan yang lengah bisa membuka pintu ke data yang nilainya jauh melampaui nilai kontrak yang dipegang perusahaan.