Slate memulai babak baru persaingan pikap listrik di AS. Dengan banderol mulai 24.950 dolar AS (sekitar Rp399,2 juta), kendaraan ini langsung menjadi yang termurah di kelasnya—jauh di bawah rata-rata harga mobil baru AS yang kini sudah menembus 50 ribu dolar AS. Uniknya, harga itu sudah termasuk baterai lithium iron phosphate (LFP) 65 kWh, penggerak roda belakang, dan garansi powertrain 10 tahun atau 110 ribu mil.
Jangkauan Naik 37 Persen, Bisa Diisi Daya 30 Menit
Slate awalnya menjanjikan jangkauan 150 mil. Kini angka resmi yang dirilis naik menjadi 205 mil—lonjakan 37 persen yang membuatnya lebih realistis untuk penggunaan harian. Meski begitu, angka ini masih berdasarkan estimasi internal pabrikan, bukan sertifikasi EPA resmi.
Kecepatan pengisian DC maksimal 120 kW, cukup untuk mengisi baterai dari 20 ke 80 persen dalam 30 menit. Jika diisi di rumah, waktunya bisa mencapai 17 jam. Performanya biasa saja: akselerasi 0-96 km/jam dalam 8 detik dan kecepatan puncak 145 km/jam.
Tanpa Layar Sentuh, Pakai Klip Smartphone
Untuk menekan harga, Slate menghilangkan hampir semua fitur modern. Tidak ada layar sentuh—sebagai gantinya, dashboard hanya menyediakan klip untuk menempatkan ponsel pengemudi. Jendela pakai engkol manual. Cat cuma satu warna: abu-abu yang sudah tercetak di panel bodi komposit.
Tapi Slate menawarkan fleksibilitas. Pembeli bisa memesan versi pikap dan kemudian mengonversinya ke salah satu dari dua model SUV—Squareback atau Fastback—mulai 29.950 dolar AS. Lebih dari 200 aksesori tersedia, sebagian besar di bawah 500 dolar AS, termasuk rak atap, stereo, penutup jok, hingga wrapping warna penuh yang katanya cuma butuh beberapa jam pemasangan.
Ukuran Lebih Ringkas dari Ford Maverick, Tapi Bak Lebih Panjang
Slate memiliki panjang 4,4 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi 1,75 meter—lebih kecil dari Ford Maverick. Namun bak belakangnya mencapai 60 inci, unggul dari Maverick yang cuma 54 inci. Konsekuensinya, ruang kabin sempit: legroom depan hanya 41,5 inci dan headroom 40,4 inci. Pada varian SUV, penumpang baris kedua cuma mendapat legroom 30,8 inci.
Produksi di Indiana, Target 180 Ribu Pemesanan
Slate akan dirakit di pabrik yang direindustrialisasi di Warsaw, Indiana, dengan investasi fasilitas hampir 400 juta dolar AS. Startup yang didirikan pada 2022 ini mengklaim sudah menerima 180 ribu reservasi. Jika separuh dari jumlah itu benar-benar membeli, volume penjualannya akan langsung melampaui Tesla Cybertruck yang bermasalah.
Kendaraan ini juga dirancang mudah diperbaiki sendiri. Jumlah komponennya disebut kurang dari separuh pikap biasa, dan Slate menyediakan panduan perbaikan DIY bernama Slate U. Selain itu, ada kemitraan dengan lebih dari 3.000 bengkel RepairPal di seluruh AS.
Ujian Nyata: Apakah Konsumen Masih Mau Mobil Sederhana?
Ivan Drury, direktur wawasan Edmunds, meragukan daya tarik harga murah saja. “Slate bertaruh 25 ribu dolar bahwa pengemudi masih menginginkan sesuatu yang sederhana. Data kami menunjukkan pasar sudah meninggalkan harga itu bertahun-tahun lalu,” katanya. Pada 2025, kurang dari 5 persen kendaraan baru terjual di bawah 25 ribu dolar AS, turun drastis dari 21 persen pada 2019.
“Harga dasar memang jadi berita utama, tapi paketnya tidak konvensional dan powertrain-nya terbukti lebih sulit dijual sekarang. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah harga murah saja cukup untuk mengatasi itu semua,” tambah Drury.