SANGATTA — Tim Duta Pelajar Sadar Hukum dari SMA Prima YPPSB berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ajang Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Kutai Timur 2026. Kemenangan ini diraih berkat inovasi mereka: sebuah game interaktif yang dirancang khusus untuk menangkal kekerasan dan kenakalan remaja, menggunakan platform pengembangan game Godot Engine.
Pilihan menggunakan Godot Engine bukan tanpa alasan. Platform open-source ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan game tanpa terbebani biaya lisensi, sekaligus memberikan fleksibilitas tinggi dalam merancang skenario interaktif. Dalam game buatan tim SMA Prima YPPSB, pemain dihadapkan pada berbagai situasi sehari-hari yang berpotensi melanggar hukum—mulai dari perundungan (bullying) di sekolah, tawuran, hingga penyalahgunaan media sosial. Setiap keputusan yang diambil pemain akan menentukan alur cerita dan konsekuensi hukum yang harus dihadapi.
Kepala Sekolah SMA Prima YPPSB menyebutkan bahwa game ini dirancang untuk memberikan pemahaman konkret tentang dampak hukum dari tindakan kenakalan remaja. "Kami ingin siswa tidak hanya tahu bahwa mencuri atau berkelahi itu salah, tetapi juga paham pasal apa yang dilanggar dan berapa lama ancaman hukumannya," ujarnya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih reseptif terhadap media interaktif dibandingkan metode ceramah satu arah.
Kemenangan SMA Prima YPPSB ini menjadi angin segar bagi upaya pencegahan kenakalan remaja di Kutai Timur. Selama ini, sosialisasi hukum di lingkungan sekolah kerap dianggap membosankan dan tidak menyentuh realitas keseharian siswa. Dengan hadirnya game interaktif sebagai alat bantu, diharapkan kesadaran hukum pelajar tidak lagi sekadar hafalan pasal, melainkan tertanam sebagai perilaku sehari-hari. Ajang Duta Pelajar Sadar Hukum sendiri merupakan program tahunan yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim bekerja sama dengan aparat penegak hukum setempat.
Game yang dikembangkan menggunakan Godot Engine ini mengadopsi sistem pengambilan keputusan bercabang (branching narrative). Pemain akan memerankan karakter siswa yang menghadapi dilema moral dan tekanan teman sebaya. Setiap pilihan yang salah akan memicu skenario hukum—misalnya, pemain yang memilih ikut tawuran akan dihadapkan pada simulasi proses hukum mulai dari penangkapan hingga sidang di pengadilan. Tim pengembang juga menyematkan fitur glosarium hukum yang bisa diakses kapan saja, memuat definisi pasal-pasal KUHP yang relevan dengan kehidupan remaja.
Pasca kemenangan, tim SMA Prima YPPSB berencana menyempurnakan game tersebut agar bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di Kutai Timur. Pemerintah daerah setempat dikabarkan tertarik untuk mengintegrasikan game ini ke dalam program ekstrakurikuler Sadar Hukum di tingkat SMP dan SMA. Jika terealisasi, Kutim akan menjadi salah satu kabupaten pertama di Kalimantan Timur yang menggunakan game sebagai media resmi sosialisasi hukum pelajar.