Empat Desa di Kecamatan Kelay, Berau, Segera Nikmati Listrik, PLN dan Pemkab Perkuat Sinergi Percepatan Elektrifikasi

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 22:22:01 WIB
Wakil Bupati Berau dan PLN memperkuat sinergi percepatan elektrifikasi di empat desa Kecamatan Kelay.

BERAU — Akses listrik yang selama ini menjadi persoalan klasik di kawasan pedalaman Kalimantan Timur mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Berau bersama PT PLN (Persero) memperkuat sinergi untuk mempercepat penyalaan jaringan listrik di empat desa di Kecamatan Kelay, yakni Desa Long Lanuk, Long Duhung, Long Keluh, dan Long Pelay. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa elektrifikasi bukan sekadar infrastruktur, melainkan hak dasar warga yang harus dipenuhi.

Mengapa Empat Desa di Kelay Masih Gelap?

Wilayah Kecamatan Kelay selama ini dikenal memiliki medan yang sulit dijangkau. Kondisi geografis yang berbukit dan akses jalan yang terbatas menjadi kendala utama distribusi jaringan listrik konvensional. Sebagian besar warga di empat desa tersebut selama bertahun-tahun hanya mengandalkan genset pribadi atau lampu tenaga surya berkapasitas kecil untuk penerangan di malam hari. Kondisi ini tidak hanya membatasi aktivitas ekonomi, tetapi juga menghambat akses pendidikan dan layanan kesehatan dasar.

Pemkab Berau dan PLN: Kolaborasi Bukan Sekadar Seremoni

Wakil Bupati Gamalis mendorong agar proses penyambungan jaringan tidak berlarut-larut. Ia meminta PLN untuk memprioritaskan pengerjaan di titik-titik yang paling sulit dijangkau agar pemerataan energi benar-benar terasa. “Kami di Pemkab siap mendukung dari sisi regulasi dan pendampingan di lapangan. Jangan sampai ada desa yang tertinggal hanya karena masalah akses,” ujarnya dalam pertemuan koordinasi di Tanjung Redeb, pekan lalu.

PLN sendiri menyatakan kesiapan teknis untuk menyalaan jaringan di keempat desa tersebut. Pemasangan tiang dan penarikan kabel tegangan menengah telah mencapai tahap akhir di beberapa titik. Pihak PLN juga menyiapkan sistem pengamanan jaringan mengingat potensi gangguan satwa liar di kawasan hutan.

Dampak Langsung bagi Warga: Dari Penerangan hingga Produktivitas

Masuknya listrik ke desa-desa ini diprediksi akan mengubah pola hidup warga secara signifikan. Anak-anak bisa belajar di malam hari tanpa harus bergantung pada lampu minyak tanah. Usaha mikro seperti pengolahan hasil hutan non-kayu dan perbengkelan juga bisa beroperasi lebih lama. “Saya sudah beli mesin penggiling kopi, tinggal nunggu listrik nyala,” ujar seorang warga Long Duhung saat ditemui tim Pemkab.

Selain itu, kehadiran listrik juga membuka peluang bagi puskesmas pembantu (pustu) di desa untuk menyimpan vaksin dan obat-obatan yang memerlukan pendinginan. Selama ini, layanan kesehatan di desa terpaksa dibatasi karena keterbatasan pasokan listrik.

Apa Target Selanjutnya untuk Elektrifikasi di Berau?

Pemkab Berau menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Setelah Kecamatan Kelay rampung, giliran desa-desa di Kecamatan Segah dan Batu Putih yang akan menjadi prioritas. Pemerintah juga tengah mengkaji penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal untuk desa-desa yang terlalu sulit dijangkau jaringan kabel konvensional. Langkah ini dinilai lebih efisien secara biaya dan ramah lingkungan.

FAQ: Apa yang Perlu Diketahui Warga Soal Listrik Desa?

Apakah warga harus membayar biaya sambungan baru?
Untuk program percepatan ini, Pemkab Berau mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mensubsidi sebagian biaya penyambungan. Warga hanya dikenakan biaya administrasi ringan sesuai ketentuan PLN.

Kapan listrik benar-benar akan menyala di rumah warga?
PLN menargetkan proses penyalaan bertahap dimulai pada awal triwulan kedua tahun ini. Namun, jadwal pasti sangat tergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran pengiriman material ke lokasi.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top