PENAJAM — PT Waru Kaltim Plantation (WKP) berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Posko Waru menggelar pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran bagi ratusan siswa SMKN 4 Penajam Paser Utara (PPU). Kegiatan ini merupakan respons terhadap tingginya risiko kebakaran di kawasan yang dekat dengan area perkebunan dan permukiman padat.
Pemilihan SMKN 4 PPU bukan tanpa alasan. Sekolah ini berada di wilayah yang secara geografis berdekatan dengan lahan perkebunan sawit milik perusahaan, sehingga potensi kebakaran lahan dan permukiman menjadi perhatian serius. “Kami ingin siswa tidak hanya paham teori, tapi juga punya refleks yang benar saat menghadapi api,” ujar perwakilan PT WKP dalam keterangan resmi.
Para siswa diajarkan teknik pemadaman awal menggunakan alat seadanya hingga alat pemadam api ringan (APAR). Simulasi dilakukan di halaman sekolah dengan skenario kebakaran yang umum terjadi di permukiman, seperti kompor meledak atau korsleting listrik.
Dalam sesi praktik, petugas DPKP Posko Waru memandu siswa secara langsung. Mereka diperkenalkan pada prosedur evakuasi, cara memadamkan api tanpa panik, hingga teknik menyelamatkan diri dari kepungan asap. “Anak-anak muda ini kalau dilatih, responsnya lebih cepat. Mereka bisa jadi ujung tombak di lingkungannya masing-masing,” kata Kepala Posko Waru.
Pelatihan ini juga menyasar aspek psikologis. Siswa diajak untuk tidak mudah panik dan mampu mengambil keputusan dalam hitungan detik saat kebakaran terjadi. Hal ini penting mengingat banyak korban jiwa justru akibat kepanikan, bukan karena api langsung.
Bagi PT WKP, kegiatan ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) biasa. Perusahaan melihat bahwa membangun kesadaran tanggap darurat sejak dini adalah investasi keselamatan yang berdampak langsung pada komunitas sekitar. “Kami berharap ilmu ini terus ditularkan ke keluarga dan tetangga,” tambah perwakilan perusahaan.
Ke depan, PT WKP dan DPKP berencana memperluas sasaran pelatihan ke sekolah-sekolah lain di PPU. Tidak menutup kemungkinan, program serupa akan menyasar warga umum di desa-desa penyangga perkebunan.
Pelatihan digelar selama satu hari penuh dengan porsi teori 30 persen dan praktik 70 persen. Setiap siswa mendapat sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pembekalan dasar pemadam kebakaran.
Petugas mengingatkan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berteriak memberi tahu warga sekitar, lalu menghubungi pemadam kebakaran di nomor darurat 113. Jangan mencoba memadamkan api sendirian jika sudah membesar.