BALIKPAPAN — Realisasi investasi Kota Balikpapan hingga triwulan pertama 2026 baru mencapai Rp3 triliun atau sekitar 15 persen dari target tahunan sebesar Rp22 triliun. Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengakui capaian itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun optimistis angka akan terdongkrak pada semester kedua seiring masuknya proyek-proyek baru.
Di tengah tekanan itu, Kecamatan Balikpapan Barat justru menunjukkan optimisme. Camat Erwin Dahri menilai wilayahnya memiliki posisi tawar yang kuat berkat keberadaan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, kawasan perdagangan yang terus berkembang, serta pertumbuhan permukiman yang meningkat.
"Balikpapan Barat terutama Kariangau dan pasar inpres memiliki posisi yang cukup strategis karena menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang," ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Erwin, potensi itu bisa menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya. Sektor yang diincar meliputi perdagangan, jasa, pergudangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Konektivitas Balikpapan Barat dengan kawasan lain di kota ini dinilai menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha. Selain itu, posisi Balikpapan sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memperkuat prospek investasi jangka panjang.
"Pembangunan yang terus berlangsung di sekitar wilayah penyangga IKN berpotensi menciptakan kebutuhan baru di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, logistik hingga penyediaan hunian," kata Erwin.
Pemerintah kecamatan, lanjut dia, terus berkoordinasi dengan kelurahan dan organisasi masyarakat untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, dan kemudahan berusaha agar investor merasa yakin bertanam modal.
"Kami mendukung setiap investasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," tegasnya.
Meski realisasi awal baru 15 persen, pemerintah kota optimistis target Rp22 triliun hingga akhir tahun tetap tercapai. Peningkatan aktivitas usaha pada semester kedua dan masuknya proyek baru diyakini menjadi katalis utama.
Erwin menambahkan, meskipun ekonomi global masih menghadapi tantangan, peluang investasi di Balikpapan tetap terbuka lebar. "Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat menjaga keamanan, kenyamanan, dan kemudahan berusaha," ujarnya.