Dispar Kaltim Gelar UMKM Weekend Kreatif Fair 2026 di Samarinda, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas ke Pasar Nasional

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 29 Juni 2026 | 17:42:31 WIB
UMKM Weekend Kreatif Fair 2026 di Samarinda menjadi ajang promosi produk lokal Kaltim.

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pergeseran motor penggerak ekonomi daerah dari sektor sumber daya alam tak terbarukan ke industri kreatif. Salah satu langkahnya diwujudkan lewat UMKM Weekend Kreatif Fair 2026 yang berlangsung di Temindung Creative Hub, Samarinda.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut kegiatan ini merupakan wadah promosi efektif bagi pelaku usaha sekaligus langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong pengembangan produk lokal, mengoptimalkan fasilitas publik, penggerak ekonomi, serta membangun kecintaan terhadap produk lokal," tegas Ririn di Samarinda, Sabtu.

Mengapa UMKM dan Ekraf Jadi Prioritas Ekonomi Kaltim?

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengapresiasi inisiatif Dispar Kaltim yang tetap mampu menciptakan ruang kolaborasi bagi pelaku usaha di tengah efisiensi anggaran pemerintah. Menurutnya, data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian provinsi ini.

"Jangan pernah malu berkecimpung di industri ini. UMKM dan ekraf adalah ujung tombak masa depan ekonomi kita," kata Seno Aji.

Program Jospol: Empat Pilar Penguatan UMKM Kaltim

Pemprov Kaltim telah mengintegrasikan penguatan UMKM ke dalam visi-misi pembangunan daerah melalui Program Jospol (Kewirausahaan Terpadu). Program ini mencakup empat pilar utama:

  • Pelatihan bisnis intensif
  • Bantuan peralatan usaha
  • Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
  • Akses kemitraan strategis

"Melalui Program Jospol, kita targetkan UMKM Kaltim bisa naik kelas hingga menembus pasar nasional dan internasional," imbuh Wagub.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Target Generasi Muda

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk komunitas UMKM, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Hipmi, hingga sektor perbankan. Mengusung tema "Belanja Hemat, Hiburan Seru, UMKM Kuat, Ekonomi Hebat", festival ini juga berfungsi sebagai pusat pelayanan publik dan rekreasi.

Seno Aji berharap ajang ini memicu generasi muda untuk mengalihkan fokus dari gawai ke aktivitas berkarya yang produktif. Selain pameran produk, pengunjung juga bisa menikmati hiburan dan layanan publik selama tiga hari penyelenggaraan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top