SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pergeseran motor penggerak ekonomi daerah dari sektor sumber daya alam tak terbarukan ke industri kreatif. Salah satu langkahnya diwujudkan lewat UMKM Weekend Kreatif Fair 2026 yang berlangsung di Temindung Creative Hub, Samarinda.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut kegiatan ini merupakan wadah promosi efektif bagi pelaku usaha sekaligus langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong pengembangan produk lokal, mengoptimalkan fasilitas publik, penggerak ekonomi, serta membangun kecintaan terhadap produk lokal," tegas Ririn di Samarinda, Sabtu.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengapresiasi inisiatif Dispar Kaltim yang tetap mampu menciptakan ruang kolaborasi bagi pelaku usaha di tengah efisiensi anggaran pemerintah. Menurutnya, data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian provinsi ini.
"Jangan pernah malu berkecimpung di industri ini. UMKM dan ekraf adalah ujung tombak masa depan ekonomi kita," kata Seno Aji.
Pemprov Kaltim telah mengintegrasikan penguatan UMKM ke dalam visi-misi pembangunan daerah melalui Program Jospol (Kewirausahaan Terpadu). Program ini mencakup empat pilar utama:
"Melalui Program Jospol, kita targetkan UMKM Kaltim bisa naik kelas hingga menembus pasar nasional dan internasional," imbuh Wagub.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk komunitas UMKM, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Hipmi, hingga sektor perbankan. Mengusung tema "Belanja Hemat, Hiburan Seru, UMKM Kuat, Ekonomi Hebat", festival ini juga berfungsi sebagai pusat pelayanan publik dan rekreasi.
Seno Aji berharap ajang ini memicu generasi muda untuk mengalihkan fokus dari gawai ke aktivitas berkarya yang produktif. Selain pameran produk, pengunjung juga bisa menikmati hiburan dan layanan publik selama tiga hari penyelenggaraan.