SAMARINDA — BPS Perwakilan Provinsi Kaltim merilis data angka sementara produksi beras pada triwulan pertama 2026. Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menyebutkan, produksi beras pada Januari–Maret 2025 hanya sebesar 48,43 ribu ton, sementara tahun ini melesat menjadi 57,67 ribu ton.
Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi andalan produksi beras Kaltim. Pada triwulan pertama 2026, Kukar memproduksi 22,16 ribu ton beras, naik dari 19,71 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di posisi kedua, Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan lompatan signifikan. Produksi beras di daerah itu mencapai 13,18 ribu ton pada awal 2026, melonjak dari 8,35 ribu ton pada triwulan pertama 2025.
Kabupaten Paser menyusul dengan produksi 12,92 ribu ton beras. Angka ini juga mengalami kenaikan tipis dibandingkan 12,79 ribu ton pada periode yang sama tahun lalu.
Total produksi beras tersebut merupakan hasil konversi dari gabah kering giling (GKG). BPS mencatat, angka sementara produksi GKG di Kaltim pada triwulan pertama 2026 mencapai 99,14 ribu ton, naik 15,88 ribu ton atau 19,08 persen secara tahunan.
Rifai menjelaskan, penghitungan konversi gabah menjadi beras menggunakan angka konversi yang diperbarui pada 2018. “Pada 2018, BPS memperbarui kedua angka ini dengan melaksanakan Survei Konversi Gabah ke Beras di dua periode musim berbeda dengan basis provinsi,” ujarnya di Samarinda, Sabtu.
Sebelumnya, survei hanya dilakukan pada satu musim tanam secara nasional. Hasil survei berbasis provinsi itu menghasilkan angka konversi yang bervariasi antarwilayah, karena mempertimbangkan proporsi gabah dan beras yang susut, tercecer, serta penggunaan untuk non-pangan.
Kenaikan produksi beras di tiga kabupaten ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan Kaltim. Meski masih berupa angka sementara, data BPS menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, terutama di PPU yang mencatat kenaikan produksi paling tajam.
Dengan dominasi Kukar yang terus terjaga, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pertanian dan distribusi beras agar hasil panen tidak hanya melimpah, tetapi juga terjangkau oleh masyarakat di seluruh Kaltim.