Belajar dari Petani Sidrap, Desa Batuah di Kutim Kembangkan Ketahanan Pangan dengan Dukungan PT BSSR

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 20:40:31 WIB
Rombongan Desa Batuah mempelajari praktik pertanian di Sidrap untuk meningkatkan ketahanan pangan.

SANGATTA — Bukan sekadar kunjungan biasa, rombongan dari Desa Batuah datang ke Sidrap untuk menyerap langsung praktik pertanian yang sudah terbukti berhasil. Program ini diinisiasi oleh PT BSSR sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat desa di sekitar area operasional perusahaan.

Praktik Pertanian Sidrap yang Dipelajari Desa Batuah

Kabupaten Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Sulawesi Selatan dengan sistem irigasi teknis dan pola tanam yang teratur. Para petani di sana telah menerapkan metode pengelolaan lahan yang efisien, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga pengendalian hama terpadu.

Desa Batuah tidak sekadar melihat. Mereka mendokumentasikan proses produksi, sistem distribusi hasil panen, hingga cara membentuk kelembagaan kelompok tani yang solid. Semua ini akan diadaptasi sesuai kondisi geografis dan sosial di Kutim.

Mengapa Ketahanan Pangan Jadi Prioritas di Kutim?

Kalimantan Timur tengah menghadapi tekanan besar akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri yang masif. Ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah menjadi kerentanan yang harus dijawab dengan produksi lokal yang kuat.

Desa Batuah, yang sebagian besar warganya bekerja sebagai petani dan pekebun, memiliki potensi lahan yang cukup luas. Namun, selama ini produktivitasnya belum optimal karena keterbatasan akses terhadap teknik budidaya modern dan akses permodalan.

Peran PT BSSR dalam Pemberdayaan Petani

PT BSSR tidak sekadar memberikan bantuan dalam bentuk barang. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan menghadirkan pendampingan teknis dan skema kemitraan yang diharapkan bisa berkelanjutan.

Pendekatan ini berbeda dari model bantuan satu arah yang kerap gagal karena tidak menyentuh akar masalah. Dengan belajar langsung dari petani yang sudah berhasil, warga Desa Batuah diharapkan bisa memotong kurva belajar dan mempercepat peningkatan hasil panen.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Desa Batuah?

Hasil studi tiru ini akan dituangkan dalam rencana aksi pengembangan pertanian desa. Beberapa program prioritas yang akan segera dijalankan antara lain pembentukan demplot (demonstration plot) untuk uji coba varietas unggul dan pelatihan intensif bagi kelompok tani.

Pemerintah desa setempat juga akan dilibatkan dalam penyusunan anggaran dan alokasi lahan agar program ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Keberhasilan Desa Batuah nantinya diharapkan bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Kutai Timur.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top