SAMARINDA — Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin menegaskan, satuan pendidikan beserta pendidik dan tenaga kependidikan juga dilarang menunjuk atau mengarahkan pembelian seragam ke toko tertentu. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan memberikan seragam nasional secara cuma-cuma melalui program Gratispol. Sebanyak 65 ribu paket seragam disiapkan untuk peserta didik baru di jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri.
"Program ini merupakan perwujudan prioritas Gubernur Kaltim dalam upaya pemerataan akses pendidikan bermutu," ujar Armin di Samarinda, Kamis.
Di luar seragam nasional yang ditanggung pemda, penyediaan pakaian seragam jenis lainnya—seperti seragam pramuka atau olahraga—dikembalikan sepenuhnya kepada orang tua atau wali peserta didik. Kebijakan ini memastikan tak ada lagi praktik pemaksaan pembelian di lingkungan sekolah.
Armin menambahkan, bantuan seragam gratis ini mampu meminimalisasi angka anak putus sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi warga hingga ke pelosok daerah. Kebijakan afirmatif ini menjadi wujud kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menyongsong visi Indonesia Emas 2045.