BONTANG — Kepatuhan membayar pajak daerah tidak lagi sekadar urusan administrasi bagi Pupuk Kaltim. Perusahaan pupuk pelat merah ini justru menjadikannya pilar utama dalam tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
VP Administrasi Korporasi Pupuk Kaltim, Ratna Wydiyanti, menegaskan bahwa perusahaan memandang kewajiban perpajakan sebagai bagian dari tanggung jawab korporasi untuk memajukan daerah. Terlebih, Kota Bontang merupakan basis operasi utama perusahaan.
"Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pupuk Kaltim menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, terutama kepatuhan pembayaran pajak daerah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta memberi manfaat di masyarakat," ujar Ratna usai menerima penghargaan.
Pupuk Kaltim memastikan seluruh proses administrasi perpajakan dikelola secara sistematis dan transparan. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus diperkuat agar tidak ada celah pelanggaran regulasi.
VP Keuangan Pupuk Kaltim, Hamam Roni, menambahkan bahwa kepatuhan perpajakan menjadi indikator penting dalam pengelolaan keuangan yang sehat dan profesional. Seluruh kewajiban, termasuk PBB, sudah masuk dalam perencanaan keuangan yang dikelola secara cermat.
"Kami memastikan seluruh kewajiban perpajakan dipenuhi secara tepat waktu dan sesuai regulasi, sebagai implementasi nyata prinsip GCG yang menjadi pengelolaan perusahaan," jelas Roni.
Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, mengungkapkan bahwa kepatuhan Pupuk Kaltim berkontribusi langsung pada penguatan kapasitas fiskal daerah. Dengan PAD yang optimal, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk membiayai program pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
"Kami mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim yang selama ini menunjukkan kepatuhan memenuhi kewajiban perpajakan. Hal ini sangat penting untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh positif bagi pelaku usaha lainnya dalam mendukung kemajuan Kota Bontang," pungkas Suharto.
Menurut Suharto, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Pemkot Bontang pun terus mendorong budaya kepatuhan perpajakan bagi seluruh wajib pajak sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Melalui kepatuhan ini, Pupuk Kaltim berharap bisa terus tumbuh bersama kota dan memberi nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi produsen pupuk, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan daerah.