KALIMANTAN TIMUR — Laga persahabatan Garuda Championship Series 2026 ini berjalan berat sebelah sejak awal. Skuad asuhan David Nascimento mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Malaysia yang lebih berpengalaman.
Dominasi Indonesia baru berbuah hasil di menit ke-80. Dhamar Try Kusuma memecah kebuntuan lewat gol perdananya untuk timnas U-17. Sayang, keunggulan ini tidak bertahan lama. Malaysia menyamakan kedudukan di menit 90+5 melalui sundulan Ahmad Muzaki memanfaatkan kemelut di kotak penalti.
David Nascimento menolak kecewa berlebihan. Ia menyebut timnya baru terbentuk sebulan, sementara Malaysia datang setelah bermain di final turnamen melawan Vietnam. "Evaluasinya sangat bagus. Kami harus bangga," ujar David di Stadion Manahan.
"Kami menciptakan banyak peluang. Itu positif. Sekarang kami harus belajar mematikan pertandingan," tambah pelatih asal Brasil itu. Ia menegaskan gaya menekan tidak akan diubah di laga kedua, Selasa (7/7) mendatang.
Di kubu lawan, pelatih Malaysia U-17 Shukor mengakui timnya belum tampil maksimal. "Persiapan singkat, kami tidak bisa berharap terlalu tinggi," katanya. Ia berharap evaluasi dua hari ke depan bisa memperbaiki performa timnya untuk laga ulangan.
Data pertandingan mencatat Indonesia melepaskan 14 tembakan dengan 65 persen penguasaan bola. Namun konversi jadi gol masih menjadi pekerjaan rumah. Dua tim akan kembali bertemu di Stadion Manahan, Selasa (7/7) pukul 20.00 WIB, dalam laga penutup rangkaian persahabatan ini.