KALIMANTAN TIMUR — Osaka yang kini berusia 27 tahun tampil dominan sejak set pertama. Ia mencatatkan 21 winner dan memenangkan 87% poin dari servis pertamanya. Mantan petenis nomor satu dunia itu hanya kehilangan tiga game sepanjang pertandingan melawan Sabalenka yang dikenal sebagai pemukul keras.
Usai laga, Osaka mengungkapkan rahasia di balik performa impresifnya. Ia menyebut kehadiran sang ibu di London dan masakan Jepang buatannya menjadi "sumber tenaga" tambahan.
"Ibu saya ada di sini, dia banyak memasak. Saya merasa masakannya memberi saya kekuatan. Saya akan sangat menghargai jika bisa makan malam lagi nanti," ujar Osaka di konferensi pers. "Dia memasak banyak makanan Jepang. Salam untuk makanan Jepang."
Perjalanan Osaka kembali ke papan atas tidak mulus. Pada Agustus 2024, ia menulis bahwa ia "merasa aneh, sering melesetkan bola yang seharusnya tidak meleset, dan memukul lebih lemah dari yang dulu saya ingat."
Namun kekalahan telak 6-2, 6-1 dari Iga Swiatek di Roma menjadi titik balik. "Saya merasa sangat malu. Saya langsung naik pesawat pulang dan tidak bicara dengan tim saya," kata Osaka. "Setelah itu saya bilang ke diri sendiri, saya hampir 30 tahun, harus menikmati waktu yang ada. Tenis sangat penting, tapi saya punya hidup di luar itu."
Osaka bergabung dengan pelatih Tomasz Wiktorowski pada pertengahan 2025. Ia mengakui perubahan signifikan pada pergerakannya di lapangan rumput. "Dulu saya bermain sangat rendah sampai lutut saya terbentur tanah. Saya berpikir mungkin perlu pelindung lutut," ujarnya.
Wiktorowski menyusun latihan khusus pola pergerakan dan pengenalan pola permainan. "Kami semua paham saya punya potensi bermain bagus di rumput. Saya hanya perlu memperbaiki pergerakan. Tomasz banyak membantu saya dengan latihan-latihan itu," tambah Osaka.
Di perempat final, Osaka akan berhadapan dengan Karolina Muchova, petenis asal Ceko yang dikenal dengan permainan spin dan tipuannya. Analis BBC Tracy Austin menilai Osaka kini dalam kondisi "lebih longgar, tenang, dan siap" dibandingkan musim lalu. "Tahun lalu ia bahkan tidak masuk 50 besar. Sekarang ia lebih konsisten, lebih bugar dari yang pernah saya lihat, dan sangat berkomitmen untuk bermain terkontrol," kata Austin.