KALIMANTAN TIMUR — Pasar ponsel Indonesia kembali diramaikan dengan jajaran terbaru Vivo per Juli 2026. Produsen asal China ini merilis pembaruan di empat lini utama: V Series, Y Series, T Series, dan X Series. Masing-masing segmen menyasar kebutuhan yang berbeda, mulai dari pengguna yang mengutamakan baterai besar hingga kreator konten yang membutuhkan kamera setara kamera profesional.
Lini V Series menjadi jembatan antara kelas menengah dan premium. Vivo V50 5G varian 8/256 GB dibanderol Rp5,4 juta, sedangkan versi 12/256 GB seharga Rp5,9 juta. Ponsel ini mengusung sertifikasi IP68/IP69, kamera utama 50 MP OIS Sony IMX882, dan baterai 6.000 mAh.
Untuk model yang lebih tinggi, Vivo V60 5G hadir dengan chipset Snapdragon 7 Gen 4, layar AMOLED quad-curved 6,77 inci 120 Hz, dan baterai 6.500 mAh dengan pengisian cepat 90W. Harganya mulai Rp6,9 juta untuk varian 8/256 GB hingga Rp8,4 juta untuk 12/512 GB.
Puncak lini V Series adalah Vivo V70 5G yang dibanderol Rp10,9 juta untuk varian 12/256 GB. Fitur unggulannya mencakup 10x Telephoto Zoom dan kamera ZEISS 50 MP. Vivo juga menyediakan versi lebih terjangkau seperti V50 Lite 4G (Rp3,2 juta) dan V60 Lite 4G (Rp4,1 juta), serta V70 FE 5G dengan baterai 7.000 mAh dan kamera 200 MP mulai Rp6,4 juta.
Bagi pengguna dengan anggaran terbatas, Vivo Y Series tetap menjadi andalan. Model termurah, Vivo Y03t, dibanderol Rp1,7 juta dengan baterai 5.000 mAh dan sertifikasi IP54. Vivo Y19s Pro hadir seharga Rp1,9 juta, menawarkan baterai 6.000 mAh dengan 44W FlashCharge.
Model yang paling menarik perhatian adalah Vivo Y500 yang baru meluncur di Indonesia pada Juli 2026. Ponsel ini mengemas baterai jumbo 8.100 mAh dengan pengisian 44W, dibanderol Rp5,4 juta untuk varian 6/128 GB dan Rp6,9 juta untuk 8/256 GB (eksklusif online). Sementara itu, Vivo Y400 di segmen menengah dibanderol Rp3,4 juta dengan layar AMOLED 6,67 inci 120 Hz.
Untuk performa gaming, Vivo T Series menawarkan Vivo T5 seharga Rp3,1 juta dan Vivo T5 Pro 5G seharga Rp4,4 juta. Kedua model ini cocok untuk multitasking tanpa harus merogoh kocek dalam.
Lini flagship Vivo X Series menjadi primadona bagi pengguna yang menginginkan kemampuan fotografi kelas profesional. Vivo X300 dibanderol Rp16,9 juta, sedangkan Vivo X300 Pro (16/512 GB) seharga Rp18,9 juta. Keduanya mengandalkan sistem kamera ZEISS untuk potret jarak jauh dengan detail tinggi dan efek bokeh artistik.
Puncak dari jajaran ini adalah Vivo X300 Ultra yang dipasarkan Rp25,9 juta untuk varian 16/512 GB, dan Rp29,9 juta untuk 16/1 TB. Ponsel ini menjadi model "Ultra" pertama Vivo yang dirilis secara internasional, mengusung ZEISS Triple Prime Lenses dengan sensor Sony LYTIA-901 200 MP dan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5. Fitur seperti AI Stage Mode dan perekaman video 4K 60 fps menjadikannya pilihan ideal untuk kreator konten.
Vivo juga menghadirkan ponsel lipat premium, Vivo X Fold5 (16/512 GB), dengan harga Rp24,9 juta.
Dengan rentang harga yang lebar, Vivo memberikan opsi bagi hampir semua segmen pengguna di Indonesia. Pengguna awam yang mengutamakan daya tahan baterai bisa memilih Y Series, sementara penggemar fotografi dan kreator konten bisa langsung melirik X Series. Untuk pengguna yang menginginkan keseimbangan antara fitur dan harga, V Series menjadi pilihan paling rasional.