KALIMANTAN TIMUR — Laporan dari warga menyebutkan permukaan perlintasan menjadi sangat licin begitu air hujan turun. Kondisi ini membuat ban sepeda motor kehilangan traksi, apalagi posisi rel tidak tegak lurus terhadap jalan sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait agar perbaikan bisa segera direalisasikan. "Kami memahami harapan masyarakat agar kondisi perlintasan dapat segera tertangani. Untuk itu, KAI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Antara.
Menurut Reza, keselamatan di perlintasan sebidang tidak bisa dibebankan semata-mata ke operator kereta api. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan pengguna jalan menjadi syarat mutlak. KAI juga menggencarkan edukasi berkala ke masyarakat tentang tata cara aman melintasi rel.
Pengendara sepeda motor menjadi perhatian khusus. Saat hujan, risiko tergelincir makin tinggi karena posisi perlintasan yang miring. KAI mengimbau pengguna jalan mengurangi kecepatan, berhenti sejenak untuk memastikan tidak ada kereta, dan menghindari pengereman mendadak di atas rel.
"Kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang," tegas Reza.
KAI berharap koordinasi yang terus berjalan bisa mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur di Lubuk Buaya. Perbaikan fisik diharapkan memberi rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari melintas, terutama saat cuaca buruk.
Reza menambahkan, keberhasilan meningkatkan keselamatan tidak cukup hanya dengan perbaikan aspal atau marka. Kedisiplinan pengguna jalan dalam mematuhi rambu lalu lintas juga sama pentingnya. "Dengan kolaborasi yang kuat serta kepedulian seluruh elemen masyarakat, kami optimistis keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan akan terus meningkat," pungkasnya.