7 Kuliner Khas Kalimantan Timur yang Wajib Dicoba, dari Samarinda hingga Kutai Kartanegara

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 17:12:51 WIB
Seorang penjual menyajikan sepiring naga sari, bubur daging sapi khas Samarinda dengan kuah santan dan kunyit.

Pernah mampir ke tenda pinggir Jalan Pangeran Antasari di Samarinda pagi hari? Aroma rebusan daging sapi bercampur serai dan lengkuas langsung menyergap dari jarak puluhan meter. Itulah sepiring naga sari, sarapan wajib para sopir truk batu bara yang sudah mengakar sejak era 1980-an. Kuliner Kaltim memang jarang disebut di buku resep nasional, tapi justru di sinilah letak keunikannya: perpaduan bumbu Melayu, pengaruh Bugis-Makassar, dan teknik memasak ala Dayak yang tidak bisa kamu temui di daerah lain.

Dari kota tepian sungai hingga pelosok Kutai, setiap hidangan punya cerita yang melekat pada bahan baku lokal—ikan sungai, daging rusa, hingga umbut rotan. Berikut tujuh kuliner yang wajib kamu cicipi langsung di tempat asalnya.

1. Naga Sari: Bubur Daging Khas Samarinda yang Legendaris

Jangan bayangkan bubur biasa. Naga sari adalah bubur daging sapi dengan kuah kental berwarna kuning kecokelatan, hasil rebusan santan dan kunyit selama berjam-jam. Dagingnya diiris tipis lalu dimasak hingga empuk, nyaris lumer di lidah.

Di Samarinda, penjual naga sari paling mudah ditemukan di sekitar kawasan Pasar Segiri dan Jalan Dr. Sutomo. Biasanya mulai berjualan pukul enam pagi hingga stok habis—sering kali sebelum jam sembilan. Satu porsi cukup mengenyangkan untuk sarapan, apalagi ditemani sambal cabai rawit hijau dan perasan jeruk nipis.

2. Amplang: Kerupuk Ikan Bertekstur Renyah Khas Makassar-Kaltim

Amplang sebenarnya bukan asli Kalimantan Timur, tapi sudah menjadi ikon oleh-oleh sejak puluhan tahun lalu. Kerupuk ini terbuat dari ikan tenggiri atau belida yang dicampur tapioka, lalu digoreng hingga mengembang sempurna. Teksturnya renyah di luar, sedikit kenyal di dalam—beda dengan kerupuk ikan pada umumnya.

Varian rasa amplang kini bertambah: ada yang pedas, original, bahkan dilapisi cokelat. Tapi yang klasik tetap jadi favorit. Kamu bisa membelinya di toko oleh-oleh sepanjang Jalan Yos Sudarso, Samarinda, atau di bandara sebelum terbang pulang.

3. Ikan Haruan Masak Habang: Ikan Gabus dengan Bumbu Merah Khas Banjar

Pengaruh kuliner Banjar sangat kuat di Kaltim, dan ikan haruan masak habang adalah salah satu buktinya. Ikan gabus segar dimasak dengan bumbu merah berbasis cabai kering, bawang merah, dan gula merah hingga kuah mengental dan meresap ke dalam daging.

Rasanya manis-pedas dengan aroma bawang yang kuat. Cocok dimakan dengan nasi hangat dan lalapan mentimun. Di Balikpapan, warung-warung di kawasan Klandasan dan Pasar Pandansari menyajikannya sejak pagi. Harganya ramah di kantong, tapi cek langsung ke tempatnya untuk kepastian.

4. Gence Ruan: Ikan Baung Asap dengan Sambal Khas Dayak

Gence ruan adalah hidangan tradisional suku Dayak di pedalaman Kaltim. Ikan baung—jenis ikan sungai berkulit licin—diasapi perlahan di atas bara api hingga kering dan beraroma pekat. Setelah itu, ikan disuwir-suwir lalu dicampur sambal berbahan cabai, terasi, dan jeruk sambal.

Teksturnya kering dan smoky, sambalnya segar karena ada rasa asam dari jeruk. Makanan ini bisa bertahan berhari-hari tanpa kulkas—dulu dibawa sebagai bekal saat berburu atau merantau antar kampung. Di Tenggarong, beberapa rumah makan di sekitar Jalan Diponegoro menyajikannya sebagai menu andalan.

5. Lemang: Beras Ketan dalam Bambu, Teman Durian atau Rendang

Lemang sebenarnya tersebar di Sumatera dan Kalimantan, tapi versi Kaltim punya ciri khas tersendiri. Beras ketan dicampur santan dan garam, lalu dimasukkan ke dalam ruas bambu yang sudah dialasi daun pisang. Bambu dibakar perlahan di atas bara api hingga matang sempurna.

Hasilnya? Tekstur pulen dengan aroma bambu yang kuat. Lemang biasanya disajikan saat perayaan atau acara adat, tapi kini mudah ditemukan di pasar tradisional seperti Pasar Inpres Samarinda. Nikmati dengan durian lokal atau rendang daging sapi—keduanya kombinasi klasik yang tidak pernah gagal.

6. Sayur Umbut Rotan: Tunas Rotan Muda yang Langka di Luar Kaltim

Mungkin kamu belum pernah mendengar umbut rotan sebagai sayur. Tunas rotan muda yang masih putih dan renyah ini diolah menjadi sayur bening atau ditumis dengan bawang putih dan cabai. Rasanya mirip rebung, tapi lebih lembut dan sedikit manis.

Sayur umbut rotan sulit ditemukan di luar Kalimantan karena bahan bakunya harus segar—dalam hitungan jam setelah dipotong. Di Samarinda dan Tenggarong, beberapa warung makan tradisional menyajikannya sebagai menu harian. Kalau kebetulan lewat, jangan lewatkan kesempatan mencicipi sayur yang tidak akan kamu temui di restoran kota besar.

7. Sate Payau: Daging Rawa yang Gurih dan Empuk

Payau adalah sebutan lokal untuk rusa. Dagingnya lebih empuk dari sapi dan tidak berbau prengus seperti kambing. Sate payau biasanya dibakar dengan bumbu kecap sederhana—bawang merah, cabai, sedikit gula merah—agar rasa asli daging tetap dominan.

Di Kutai Kartanegara, khususnya di sekitar Kecamatan Loa Janan, sate payau mudah ditemukan di pedagang kaki lima pada malam hari. Disajikan dengan lontong dan sambal kecap pedas. Harganya bervariasi, jadi tanyakan langsung ke penjual sebelum memesan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa kuliner paling ikonik dari Kalimantan Timur?
Naga sari dan amplang adalah dua yang paling dikenal luas. Naga sari sebagai sarapan khas Samarinda, amplang sebagai oleh-oleh wajib.

Di mana tempat terbaik mencicipi kuliner khas Kaltim?
Pasar Segiri dan Pasar Inpres di Samarinda, Pasar Pandansari di Balikpapan, serta rumah makan di sepanjang Jalan Diponegoro, Tenggarong.

Apakah semua kuliner ini halal?
Sebagian besar menggunakan bahan halal, tapi untuk sate payau dan hidangan daging lainnya, pastikan menanyakan langsung ke penjual soal sumber daging dan proses penyembelihan.

Kapan waktu terbaik berkunjung untuk wisata kuliner?
Pagi hari untuk naga sari dan bubur lainnya, malam hari untuk sate payau dan jajanan pinggir jalan. Akhir pekan biasanya lebih ramai dan variasi menu lebih banyak.

Apakah ada oleh-oleh khas Kaltim selain amplang?
Ada lempok durian, dodol khas Kutai, dan ikan asap. Semua bisa ditemukan di pusat oleh-oleh dekat bandara atau terminal.

Kalimantan Timur tidak hanya menawarkan alam yang liar dan tambang batu bara. Di balik hiruk-pikuk kota dan hamparan hutan, ada cerita rasa yang diwariskan turun-temurun—dari dapur suku Dayak hingga warung pinggir sungai. Setiap suapan adalah pengingat bahwa kekayaan Indonesia tidak selalu gemerlap, tapi selalu otentik.

Reporter: Jauhari Lubis
Back to top