Gasali Dorong Job Market Fair di Balikpapan Digelar Tiga Kali Setahun untuk Serap Lebih Banyak Lulusan Baru

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 18:29:04 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali meninjau pelaksanaan Job Market Fair 2026 di Gedung BSCC Dome, Selasa (14/7/2026).

BALIKPAPAN — Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengapresiasi penyelenggaraan Job Market Fair (JMF) 2026 yang digelar Disnaker di Gedung BSCC Dome, Selasa (14/7/2026). Ia menilai bursa kerja itu efektif memperluas akses lowongan bagi masyarakat, terutama lulusan baru.

Gasali mendorong frekuensi JMF ditambah dari dua kali menjadi tiga kali setahun. Menurutnya, langkah ini bisa membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga Balikpapan.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Kami berharap ke depan Job Market Fair tidak hanya digelar dua kali dalam setahun, tetapi bisa ditambah menjadi tiga kali agar semakin banyak peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.

Penyesuaian dengan Siklus Kelulusan Sekolah

Berdasarkan keterangan Disnaker, penyelenggaraan JMF selama ini disesuaikan dengan siklus kelulusan sekolah. Bursa kerja pertama digelar pertengahan tahun untuk mengakomodasi lulusan baru, sementara pelaksanaan kedua biasanya dilakukan pada akhir tahun.

Gasali menyebut momentum ini harus dimanfaatkan, khususnya bagi lulusan yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Mereka bisa segera memasuki dunia kerja tanpa jeda waktu panjang.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Balikpapan. Target besarnya tentu bagaimana angka pengangguran terus ditekan,” katanya.

86 Perusahaan Berpartisipasi, Disnaker Didorong Perkuat Pelatihan

Sebanyak 86 perusahaan turut serta dalam JMF 2026. Gasali menilai partisipasi itu menunjukkan komitmen dunia usaha dalam membuka lapangan pekerjaan. Ia berharap jumlah perusahaan yang terlibat terus bertambah pada penyelenggaraan berikutnya.

Komisi IV DPRD juga mendorong Disnaker memperkuat program pelatihan kerja yang sesuai kebutuhan industri. Gasali menilai masih ada kesenjangan antara kualifikasi pencari kerja dengan permintaan perusahaan.

“Kami mendorong Disnaker rutin berkoordinasi dengan dunia usaha untuk mengetahui formasi dan kompetensi yang dibutuhkan. Dari situ pelatihan bisa disesuaikan sehingga para pencari kerja benar-benar siap bekerja,” jelasnya.

Gasali menambahkan, sinkronisasi antara pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kebutuhan industri harus terus diperkuat. Prinsip link and match ini dinilai penting agar lulusan pelatihan memiliki keterampilan yang tepat dan peluang terserap di dunia kerja lebih besar.

Ia berharap semakin banyak perusahaan berpartisipasi dalam Job Market Fair mendatang. Dengan begitu, kesempatan kerja bagi warga Balikpapan terus meningkat dan angka pengangguran dapat ditekan secara bertahap.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: lintasraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top