KALIMANTAN TIMUR — Selama bertahun-tahun, pengguna iPhone hanya punya satu jalan untuk mencadangkan riwayat chat WhatsApp: iCloud. Kini, berdasarkan pantauan WABetaInfo, tim pengembang aplikasi sedang menyiapkan infrastruktur server sendiri yang akan muncul sebagai opsi kedua di menu pengaturan backup.
Perbedaan paling mencolok dari opsi baru ini ada di lapisan keamanan. Cadangan yang disimpan di server WhatsApp akan dienkripsi end-to-end secara otomatis, tanpa perlu diaktifkan manual oleh pengguna. Sebagai perbandingan, backup iCloud hanya terenkripsi penuh jika pengguna menghidupkan fitur Advanced Data Protection (ADP) lewat pengaturan Apple ID.
WhatsApp juga akan merekomendasikan pengguna mengamankan akses backup dengan passkey. Namun, opsi kata sandi biasa atau kunci 64-digit juga tetap tersedia sebagai cadangan.
Dari kode yang ditemukan, WhatsApp berencana memberikan jatah penyimpanan gratis sebesar 2 GB per akun. Bila dirasa kurang, ada paket berbayar 50 GB dengan banderol sekitar USD 0,99 per bulan — setara dengan harga paket dasar iCloud+. Untuk kebutuhan lebih besar, opsi 1 TB juga disebut-sebut sedang digarap, meski harga dan jenjang kapasitas ini masih bisa berubah sebelum resmi dirilis.
Perlu dicatat, angka ini masih bersifat indikatif. WABetaInfo menekankan bahwa skema harga dan tier belum final.
Meski menyediakan server sendiri, WhatsApp tidak akan menghapus iCloud sebagai opsi utama. iCloud akan tetap menjadi pilihan default di menu chat backup. Pengguna nantinya bisa memilih tujuan penyimpanan favorit langsung dari dalam aplikasi tanpa perlu keluar ke pengaturan sistem iOS.
Fitur ini sebenarnya sudah terlihat dalam tahap pengembangan untuk Android sejak April lalu. Bedanya, di Android opsi ini akan menjadi alternatif dari Google Drive. Kini giliran pengguna iPhone yang kebagian giliran.
WABetaInfo menyatakan fitur ini belum berfungsi untuk penguji beta saat ini. Kode yang muncul baru sebatas indikator antarmuka dan belum bisa dioperasikan. WhatsApp pun belum memberikan pernyataan resmi soal jadwal peluncuran.
Yang jelas, kehadiran fitur ini bakal menjadi angin segar bagi pengguna iPhone yang kerap kehabisan kuota iCloud. Apalagi dengan tambahan enkripsi bawaan, risiko data bocor saat backup jadi lebih kecil. Tinggal menunggu kapan fitur ini benar-benar bisa dicoba.