Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Tekankan Pengabdian di Atas Pangkat dan Jabatan

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 12:07:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan bahwa status sebagai aparatur sipil negara tidak boleh diartikan sebagai pencapaian hierarkis semata, melainkan amanat pelayanan publik.

Pesan Presiden: Ukuran Kehormatan Bukan di Bahu

"Saudara-saudara, menjadi pamong praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan. Kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari kedudukannya, tapi seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh rakyat," kata Prabowo di hadapan para lulusan.

Mantan Menteri Pertahanan itu menekankan posisi para pamong praja muda sebagai pelayan rakyat. Ia meminta mereka menjalankan tugas dengan mengutamakan kepentingan masyarakat Indonesia di atas kepentingan pribadi atau golongan.

"Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Bekal Pengalaman Lapangan Sebelum Dilantik

Prabowo menilai para lulusan tidak memasuki dunia pengabdian tanpa bekal. Sebelum prosesi pelantikan, ribuan pamong praja muda itu telah diterjunkan untuk membantu penanganan bencana alam di Sumatera pada tahun lalu. Pengalaman tersebut, menurut Presiden, menjadi modal awal yang berharga untuk memahami langsung persoalan yang dihadapi warga di daerah.

Ia mengingatkan bahwa rakyat menuntut aparatur yang jujur, bersih, dan antikorupsi. Pernyataan itu menjadi pengingat bagi para lulusan di tengah sorotan publik terhadap integritas birokrasi di berbagai daerah.

Konteks Birokrasi dan Tantangan Pamong Praja Muda

Pelantikan ini terjadi di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara. IPDN sebagai institusi pencetak pamong praja dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki moralitas tinggi dalam melayani publik.

Pesan Prabowo tentang pengabdian di atas pangkat menjadi relevan mengingat sejumlah kasus penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparatur di tingkat daerah yang masih terjadi. Para pamong praja muda yang baru dilantik kini akan ditempatkan di berbagai wilayah untuk mengisi posisi struktural di pemerintahan daerah.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top