KALIMANTAN TIMUR — Hasil ini membuat Macan Kemayoran terhindar dari kekalahan di fase grup turnamen pramusim tersebut. Namun, catatan efisiensi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang jelas.
Port unggul cepat lewat gol Peeradol Chamratsamee pada menit ke-19. Keunggulan bertambah menjadi 2-0 setelah Issam Al-Subhi mencetak gol di menit ke-40.
Persija hanya butuh satu menit untuk membalas. Stjepan Loncar memberikan umpan matang kepada Arlyansyah Abdulmanan yang memperkecil skor menjadi 1-2 pada menit ke-41. Gol jelang turun minum itu mengubah momentum pertandingan secara drastis.
Di babak kedua, giliran Loncar yang menjadi eksekutor. Gelandang asal Bosnia itu mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2. Tak ada tambahan gol hingga laga usai.
Data babak pertama menunjukkan keanehan. Persija menguasai 52 persen bola dan melepaskan tujuh tembakan dengan lima tepat sasaran. Sebaliknya, Port hanya punya dua tembakan tepat sasaran, tapi keduanya berbuah gol.
Artinya, masalah Persija bukan soal menciptakan peluang, melainkan penyelesaian akhir yang buruk. Port bermain efisien, Persija bermain dominan tetapi tidak klinis.
Redaksi menemukan inkonsistensi data venue pertandingan. Tayangan langsung menyebut Stadion PAT, Bangkok sebagai lokasi laga. Namun, laporan CNN Indonesia menyebut pertandingan fase grup berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Sumber resmi turnamen dan Persija belum memberikan konfirmasi. Sebagai langkah verifikasi, mediata.id memilih tidak mencantumkan lokasi di lead hingga data resmi keluar.
Port MTI FC: Peeradol Chamratsamee (19'), Issam Al-Subhi (40')
Persija Jakarta: Arlyansyah Abdulmanan (41'), Stjepan Loncar