KALIMANTAN TIMUR — Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM memastikan pembangunan infrastruktur strategis yang membentang dari Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri sepanjang 266,8 kilometer itu berjalan sesuai rencana. Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menegaskan percepatan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat integrasi jaringan gas bumi nasional.
"Alhamdulillah, progres lapangan untuk Segmen 2 saat ini sudah menyentuh angka 32%. Yang tak kalah penting, capaian ini diraih dengan mencatatkan 300 ribu jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja, melibatkan sekitar 447 tenaga kerja yang terampil di lapangan," kata Laode dikutip dari laman resmi Ditjen Migas, Jumat (31/7/2026).
Di tengah tren positif deviasi progres, Laode mengingatkan seluruh kontraktor agar tidak lengah. Percepatan fisik dinilai tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan dan kualitas teknis, terutama pada tahapan pekerjaan open cut yang menjadi titik krusial dalam pemasangan pipa transmisi.
Dua penekanan utama wajib dipatuhi di lapangan. Pertama, penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tanpa kompromi, termasuk mitigasi potensi bahaya sejak dini. Kedua, kepatuhan terhadap spesifikasi kedalaman pipa saat proses penggalian terbuka.
"Potensi bahaya di lapangan harus dimitigasi sejak dini. Kedua, kepatuhan kedalaman pipa, pekerjaan penggalian open cut wajib memenuhi spesifikasi kedalaman yang telah ditetapkan dalam aturan teknis," ujarnya.
Secara keseluruhan, infrastruktur Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem dirancang membentang dari SKG Belawan hingga Fasilitas Duri dengan total panjang kurang lebih 535,4 kilometer. Proyek ini ditargetkan tuntas konstruksinya pada akhir 2027 hingga awal 2028.
Pekerjaan transmisi dibagi menjadi dua segmen yang dieksekusi secara paralel. Segmen 1 menghubungkan Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu, sementara Segmen 2 yang saat ini tengah dikebut menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri. Pengerjaan Segmen 2 dipercayakan kepada konsorsium KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor - PT Brantas Abipraya (Persero) - PT Sumber Bangun Sentosa - PT Singgar Mulia.
Pembangunan pipa transmisi ini merupakan wujud nyata optimalisasi pemanfaatan gas bumi dalam negeri. Integrasi jaringan dari Sumatera Utara hingga Riau diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pasokan energi bersih bagi sektor industri maupun rumah tangga.
Dengan rampungnya proyek ini, konektivitas infrastruktur gas bumi di wilayah barat Indonesia akan semakin terhubung, mengurangi ketergantungan pada moda transportasi lain yang biaya logistiknya lebih tinggi. Pemerintah memastikan pengawasan ketat akan terus dilakukan hingga proyek strategis ini beroperasi penuh.