Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Siapkan Jalur Distribusi Pangan ke Long Pahangai dan Long Apari

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 16:02:01 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memimpin rapat koordinasi lintas instansi untuk membahas skema distribusi pangan ke Long Pahangai dan Long Apari secara daring dari Jakarta, Senin (10/8/2026).

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud memimpin rapat koordinasi lintas instansi untuk membahas skema distribusi bahan pangan ke wilayah hulu Sungai Mahakam. Rapat digelar secara daring dari Jakarta pada Senin (10/8/2026) sebagai respons atas menurunnya debit sungai yang mengancam pasokan sembako ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

“Terpenting bagaimana sembako bisa sampai ke sana. Jangan sampai ada masyarakat Kalimantan Timur mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Ini harus jadi perhatian serius kita,” tegas Rudy saat memimpin Morning Briefing.

Opsi Distribusi dan Kondisi Jalur

Pemprov Kaltim menyiapkan sejumlah alternatif distribusi, mulai dari penggunaan kapal, speed boat berkapasitas besar, hingga jalur darat. Seluruh opsi akan disesuaikan dengan kondisi medan dan kemampuan angkut. Sementara itu, distribusi menggunakan helikopter tidak menjadi pilihan utama karena kapasitas angkut terbatas dan biaya pengiriman yang tinggi.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan, akses darat dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai sepanjang sekitar 60 kilometer masih memungkinkan dilalui truk pengangkut sembako. Namun, terdapat sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, salah satunya di kawasan Desa Long Mesangaat.

Untuk jalur Long Pahangai menuju Long Apari, jaraknya mencapai sekitar 100 kilometer. Dari ruas tersebut, sekitar 60 kilometer membutuhkan perapian menggunakan material sirtu agar lebih mudah dilalui kendaraan. Sejumlah alat berat milik Dinas PUPR Kaltim yang berada di sekitar wilayah Mahakam Ulu akan dimanfaatkan untuk mendukung penanganan jalur tersebut.

Dukungan Anggaran dan Ketersediaan LPG

Pemprov Kaltim mendorong penanganan secara lintas sektor dengan melibatkan Pemkab Mahulu, Bulog, Pertamina, Disperindagkop UKM, serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Selain memastikan pasokan, pemerintah juga menyiapkan intervensi melalui pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Dukungan subsidi ongkos angkut juga disiapkan. Disperindagkop UKM Kaltim memiliki anggaran sekitar Rp50 juta, sedangkan Dinas Pangan menyiapkan sekitar Rp57 juta untuk mendukung distribusi pangan ke wilayah yang sulit dijangkau.

Rudy juga meminta Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram tidak hanya sampai Mahakam Ulu, tetapi dapat didistribusikan hingga tingkat pangkalan. “Jangan sampai kita keteteran kalau sudah kejadian,” ujarnya.

Rencana Gudang Penyimpanan Sembako

Menurut Rudy, langkah yang dilakukan tidak boleh hanya bersifat sementara. Pemprov Kaltim perlu membangun sistem ketahanan pangan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan distribusi tinggi. Salah satu gagasan yang disiapkan yakni pembangunan gudang penyimpanan sembako di sejumlah titik strategis di Mahakam Ulu.

“Kalau perlu kita bangun gudang sembako untuk mengantisipasi kondisi seperti ini. Jangan menunggu sampai terjadi baru kita bergerak,” tegasnya.

Gudang tersebut nantinya dapat menjadi tempat penyimpanan stok pangan sebelum akses transportasi terganggu akibat cuaca ekstrem maupun fenomena El Nino. Kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober.

Rudy juga meminta Dinas PUPR Kaltim mengecek kondisi akses darat menuju Long Pahangai. Jalur tersebut akan menjadi alternatif distribusi apabila memungkinkan dilalui kendaraan pengangkut sembako. Bahkan, Rudy menyatakan kesiapannya untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat melalui jalur darat sekaligus meninjau kawasan perbatasan Kaltim dengan Putussibau, Kalimantan Barat.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: busam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top