KALIMANTAN TIMUR — Upacara yang berlangsung khidmat itu diawali dengan laporan Komandan Upacara, Kolonel Inf Priyo Handoyo, kepada Inspektur Upacara. Paskibraka serta personel TNI-Polri telah berbaris rapi di halaman utama lokasi pengibaran bendera sebelum prosesi dimulai.
Puncak momen sakral tersebut terjadi saat Prabowo memimpin prosesi mengheningkan cipta. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menundukkan kepala mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan yang telah berkorban jiwa dan raga bagi kehormatan bangsa.
"Saudara-saudara sekalian marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia serta mendoakan saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, NTT dan wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan cipta mulai," kata Prabowo di atas mimbar.
Doa bagi para korban bencana alam ini menjadi perhatian tersendiri mengingat sejumlah wilayah di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur baru-baru ini dilanda musibah. Prabowo secara eksplisit menyebut kedua daerah tersebut dalam doanya, menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi warga yang terdampak.
Prosesi upacara diawali dengan hormat senjata dari pasukan pengibar bendera. Komandan Upacara memberikan laporan resmi kepada Prabowo selaku Inspektur Upacara sebelum rangkaian acara inti dimulai.
"Lapor upacara detik-detik Proklamasi dalam rangka peringatan HUT ke-81 kemerdekaan RI tahun 2026 siap dimulai," lapor Komandan Upacara kepada Prabowo.
Upacara peringatan detik-detik proklamasi ini menjadi puncak rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di lingkungan Istana Kepresidenan. Seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar dengan pengamanan ketat dari aparat keamanan di sekitar lokasi.