Ketua TP PKK Berau Sri Aslinda Gamalis Dorong ASI Eksklusif untuk Tekan Prevalensi Stunting dari 21,7 Persen

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:04:18 WIB
Ketua TP PKK Berau Sri Aslinda Gamalis menyampaikan imbauan pemberian ASI eksklusif untuk menekan prevalensi stunting di Berau.

BERAU — Kesadaran akan pentingnya air susu ibu (ASI) eksklusif menjadi fokus utama Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau dalam menekan prevalensi stunting di wilayahnya. Ketua TP PKK Berau Sri Aslinda Gamalis menegaskan bahwa asupan gizi terbaik bagi bayi baru lahir tidak bisa digantikan oleh makanan atau susu formula apa pun.

"Untuk itu, ibu yang baru melahirkan harus mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kesehatan agar ASI untuk sang buah hati bisa maksimal, sehingga anak menjadi sehat dan terhindar dari stunting," ujar Sri Aslinda di Berau, Selasa (18/8).

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) resmi tahun 2024, prevalensi stunting di Berau tercatat 23,4 persen. Angka ini memang turun menjadi 21,7 persen dalam pencatatan rutin pada 2025, namun masih jauh dari target nasional.

Target Prevalensi 14 Persen dan Peran Strategis PKK

Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan prevalensi stunting bisa ditekan hingga 14 persen pada tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, PKK tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan sinergi dengan berbagai program lintas sektor.

Pemkab Berau sendiri telah menjalankan sejumlah program intervensi. Mulai dari program ikan murah di setiap kecamatan untuk mempermudah akses protein hewani, pemberian vitamin A dan obat cacing, hingga Program Bapak Asuh yang memberikan nutrisi tambahan serta pendampingan khusus bagi anak berisiko stunting.

Intervensi lainnya mencakup dapur gizi, edukasi kader, penguatan peran posyandu, hingga perbaikan sanitasi lingkungan.

Fokus pada Kelompok Paling Krusial: Ibu Hamil dan Anak Usia 0-2 Tahun

Di tengah berbagai program pemerintah daerah tersebut, PKK memilih fokus pada pendekatan berbasis keluarga. Dukungan ini diwujudkan melalui 10 program pokok PKK yang disesuaikan dengan potensi lokal tiap kampung, dengan penekanan pada aspek gizi, kesehatan, dan pola asuh.

"Termasuk edukasi menyasar ibu hamil dan ibu memiliki anak usia 0–2 tahun sebagai kelompok paling krusial," katanya.

Kelompok usia ini dinilai sebagai periode emas pertumbuhan anak. Kekurangan gizi pada fase ini hampir mustahil diperbaiki di kemudian hari, sehingga pencegahan sejak dini menjadi kunci utama.

Kunjungan Spesial di Hari Kemerdekaan

Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8) kemarin dimanfaatkan PKK Berau untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Sri Aslinda bersama sejumlah pengurus PKK mengunjungi para ibu yang menjalani proses persalinan di Ruang Ponex RSUD Abdul Rivai, Tanjung Redeb.

Dalam kunjungan tersebut, terdapat satu anak yang lahir bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. Sementara empat ibu lainnya masih menunggu proses persalinan di ruangan yang sama.

"Mudah-mudahan anak-anak yang lahir di hari bersejarah ini selalu sehat dan menjadi anak yang saleh serta salehah. Berikan ASI eksklusif hingga dua tahun agar kebutuhan gizi anak tercukupi dan tidak mengalami stunting," pesan Sri Aslinda.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyerahkan bingkisan kepada ibu yang baru melahirkan, ibu yang masih menunggu persalinan, serta dua bidan purnatugas di Ruang Ponex sebagai bentuk apresiasi.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top