BALIKPAPAN — Ketuaan musim kemarau mulai menggerus cadangan air baku di Waduk Manggar, andalan utama warga Balikpapan. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mencatat penurunan debit yang cukup tajam, dari 16 ribu meter kubik menjadi 12 ribu meter kubik dalam sebulan terakhir.
Laju penyusutan terpantau sekitar 3 sentimeter per hari. Kondisi ini terjadi lantaran tidak ada hujan yang turun di kawasan hulu dan sekitar daerah tangkapan air waduk.
Jika tren penyusutan ini berlanjut, PTMB memperkirakan pasokan air bersih untuk pelanggan di wilayah Balikpapan akan berkurang signifikan. Dampak paling krusial diprediksi baru akan terasa setelah tiga bulan ke depan apabila kemarau masih berlanjut.
Waduk Manggar selama ini menjadi salah satu sumber baku utama yang dikelola PTMB untuk melayani kebutuhan air domestik dan industri di kota minyak tersebut. Penurunan volume air baku otomatis memengaruhi kapasitas produksi instalasi pengolahan air.
PTMB dihadapkan pada tugas berat menjaga kontinuitas distribusi di tengah menyusutnya stok air baku. Petugas terus memantau ketat pengukur debit air di Waduk Manggar untuk mendapatkan data akurat setiap harinya.
Data pemantauan ini menjadi dasar bagi PTMB untuk mengambil langkah antisipasi, termasuk kemungkinan pengaturan jadwal distribusi atau mencari sumber air baku alternatif. Sejauh ini, belum ada kebijakan resmi mengenai pengurangan pasokan ke pelanggan, namun kewaspadaan terus ditingkatkan.
Masyarakat Balikpapan diimbau mulai menggunakan air secara bijak dan efisien. Langkah kecil seperti mematikan keran saat tidak dipakai dan menampung air hujan bisa membantu meringankan beban suplai di tengah kondisi kritis ini.