KALIMANTAN TIMUR — Kabar ini datang di tengah ketidakjelasan nasib Arkane Studios dan franchise Dishonored yang disebut-sebut sudah "dibekukan". Namun, Smith tidak tinggal diam. Lewat studio barunya, ia ingin membuktikan bahwa genre immersive sim masih punya tempat di industri game modern.
Dalam siaran pers resminya, Black Pony Immersive menyatakan fokusnya pada pengembangan game action-RPG first-person yang imajinatif, berlatar dunia yang dibangun dengan matang. Pemain akan diajak menciptakan pengalaman bermain yang personal melalui sistem gameplay yang ekspresif dan emergent. Deskripsi ini jelas merujuk pada formula yang membuat Dishonored, Prey, dan Deathloop digemari banyak orang.
Harvey Smith sebelumnya menjabat sebagai co-creative director di Dishonored dan creative director di Dishonored 2. Sementara itu, Ben Horne, yang akan menjabat sebagai COO dan executive producer di studio baru, memiliki pengalaman terakhir sebagai production director di Redfall—proyek terakhir Arkane Austin sebelum studio tersebut ditutup.
Menariknya, basis operasional Black Pony Immersive berada di Austin, Texas, lokasi yang sama dengan Arkane Austin yang kini telah ditutup. Sementara itu, Arkane Lyon, cabang studio yang menggarap Deathloop, masih beroperasi hingga saat ini.
Kehadiran Black Pony Immersive menjadi angin segar di tengah langkanya game bergenre immersive sim dalam beberapa tahun terakhir. Redfall, proyek terakhir Arkane, justru mengambil arah co-op yang berbeda dari ekspektasi penggemar setia sub-genre ini. Padahal, game seperti Thief, System Shock, dan Deus Ex yang menjadi cikal bakal genre ini punya basis penggemar yang loyal.
Keputusan Smith untuk kembali ke akar immersive sim menunjukkan keyakinannya bahwa genre ini belum mati. Ia bukan satu-satunya veteran yang percaya hal ini. Raphaël Colantonio, co-director Dishonored pertama, juga telah mendirikan WolfEye Studios dan merilis Weird West—game yang mengadaptasi konsep immersive sim ke dalam perspektif top-down. WolfEye kini tengah menggarap proyek baru berupa action-RPG first-person yang belum diumumkan judulnya.
Belum ada detail konkret mengenai judul game pertama mereka. Namun, pernyataan Horne dalam rilis tersebut memberikan gambaran jelas tentang ambisi studio ini. "Kami memiliki visi untuk menciptakan game yang mendorong batas imersi pemain. Kami tidak sabar untuk mengungkap lebih banyak dalam waktu dekat," ujarnya.
Dengan tim yang telah bekerja sama selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, Black Pony Immersive punya modal pengalaman yang kuat. Pertanyaannya sekarang, akankah mereka mampu menghadirkan inovasi yang bisa menyaingi reputasi Arkane di masa jayanya? Para penggemar immersive sim di Indonesia dan dunia tentu akan menantikan langkah selanjutnya dari studio anyar ini.