PLN Resmikan Digitalisasi Green School di Palembang, Lengkapi Sekolah dengan Mesin Pengolah Sampah

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:25:01 WIB
PLN meresmikan program Digitalisasi Green School di Palembang dengan menyerahkan perangkat digital dan mesin pengolah sampah kepada sekolah.

KALIMANTAN TIMUR — Langkah PLN kali ini tidak hanya berhenti pada pemberian laptop dan proyektor. Di sekolah yang sama, perusahaan listrik pelat merah itu juga menyerahkan mesin pencacah sampah organik dan mesin pengolah kompos. Dengan begitu, para siswa bisa belajar langsung mempraktikkan pengelolaan sampah terpadu sejak dini.

Belajar Interaktif dengan Perangkat Digital

PLN UPMK III menyalurkan sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, mulai dari laptop, proyektor, hingga meja dan kursi baru. Bantuan ini diharapkan mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih interaktif, sehingga siswa dapat mengembangkan kreativitas, inovasi, dan keterampilan digital mereka.

Kehadiran perangkat teknologi ini menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang modern dan inklusif. Para pengajar pun diuntungkan karena memiliki sarana yang lebih memadai untuk menyampaikan materi secara visual dan menarik.

Edukasi Lingkungan Lewat Mesin Kompos

Selain aspek digital, program ini juga menyentuh sisi kepedulian lingkungan. Mesin pencacah dan pengolah kompos yang dihibahkan bukan sekadar peralatan, melainkan media pembelajaran langsung bagi siswa untuk memahami siklus pengelolaan sampah.

Dengan mengoperasikan mesin tersebut, para siswa dapat melihat secara nyata bagaimana sampah organik diubah menjadi kompos yang bermanfaat. Pembelajaran praktik semacam ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan dan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

Sinergi Teknologi dan Keberlanjutan

Program Digitalisasi Green School ini dirancang untuk menjawab dua tantangan sekaligus: ketertinggalan teknologi pendidikan dan kurangnya kesadaran lingkungan. PLN menggabungkan keduanya dalam satu paket program pemberdayaan masyarakat yang menyasar institusi pendidikan berbasis komunitas.

Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan memberikan akses teknologi dan edukasi lingkungan secara bersamaan, PLN berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli pada kelestarian alam.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top