TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk menggerakkan roda ekonomi dari tingkat bawah dengan menjadikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor utama. Langkah ini diambil di tengah upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas daya beli warga yang menghadapi tekanan fiskal.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa seluruh program yang dirancang pemerintah saat ini diarahkan untuk memberi dampak langsung kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah menghidupkan sektor usaha kecil serta memastikan perputaran uang berjalan di tengah masyarakat.
“Kalau stimulus jelas, program-program kita kan tujuannya untuk masyarakat. Bagaimana kita menggeliatkan UMKM, bagaimana kita meningkatkan daya beli masyarakat. Nah, program-program inilah yang tetap kita jaga,” ujar Aulia di sela-sela kegiatannya, Senin (17/8/2026).
Kegiatan Akhir Pekan Jadi Stimulus Ekonomi Kecamatan
Aulia menjelaskan, pemkab tidak ingin pembangunan ekonomi hanya dinikmati di pusat kota. Sebab, Kukar terdiri atas 20 kecamatan yang masing-masing memiliki potensi pasar dan pelaku usaha yang berbeda.
Salah satu jurus yang disiapkan adalah menghadirkan kegiatan masyarakat secara rutin, terutama pada akhir pekan. Event semacam ini dinilai mampu memicu transaksi jual-beli sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya.
“Misalnya setiap pada momen-momen tertentu, misalnya pada malam Minggu di setiap kecamatan kita berupaya untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan di mana kegiatan-kegiatan ini bisa memacu kegiatan perekonomian di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Pemerataan Program Jadi Perhatian Utama
Kebijakan ini lahir dari kesadaran bahwa konsentrasi kegiatan ekonomi di satu titik hanya akan menciptakan ketimpangan. Dengan menyebar program ke seluruh kecamatan, pemkab berharap manfaat pembangunan bisa dirasakan merata.
“Tidak hanya di Tenggarong, karena Kutai Kartanegara ini terdiri 20 kecamatan, kita memikirkan semuanya sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Langkah Pemkab Kukar ini menjadi penanda bahwa penguatan ekonomi lokal tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Aktivitas sederhana yang digerakkan secara konsisten di tingkat kecamatan justru dinilai lebih efektif menjangkau warga secara langsung.