KALIMANTAN TIMUR — Kunjungan Amran dan Ahmad Rizal bukan sekadar seremonial. Keduanya mendatangi sejumlah titik pengungsian, salah satunya di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, untuk berdialog langsung dengan warga dan memastikan logistik yang disiapkan pemerintah benar-benar tiba di posko-posko penanganan bencana.
Kehadiran pejabat tinggi di lokasi bencana ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mempercepat pemulihan. Warga yang selamat dari gempa tidak hanya berhadapan dengan trauma, tetapi juga ancaman kelaparan karena dapur-dapur rumah mereka hancur.
Bantuan yang disalurkan Bulog telah didistribusikan ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak. Berdasarkan data yang dihimpun, pasokan beras dan minyak goreng telah menjangkau Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat.
Proses pengiriman masih terus berjalan. Jumlah bantuan yang sudah disalurkan tersebut berpotensi bertambah seiring dengan masih berlangsungnya mobilisasi logistik dari gudang-gudang Bulog ke daerah bencana. Sebelumnya, Bulog juga telah mengirimkan pasokan beras tambahan secara khusus ke Kabupaten Manggarai dan Nagekeo sebagai langkah awal respons cepat.
Dalam situasi bencana seperti ini, akses masyarakat terhadap bahan pokok menjadi persoalan kritis. Harga bisa melonjak dan pasokan sering terhambat akibat kerusakan infrastruktur jalan.
Kehadiran CBP dan minyak goreng dari pemerintah menjadi jaring pengaman utama. Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama proses penanganan bencana berlangsung, tidak hanya sampai bantuan pertama tiba, tetapi hingga kehidupan warga berangsur normal kembali.
Langkah respons cepat Bulog ini menjadi ujian nyata bagi ketahanan logistik pangan nasional. Kemampuan menyalurkan ratusan ton beras dalam hitungan hari ke wilayah terpencil di timur Indonesia menunjukkan kesiapan operasional BUMN pangan dalam menghadapi situasi darurat non-alam. Bagi warga Flores yang kini tinggal di tenda-tenda pengungsian, kepastian ketersediaan pangan setidaknya meringankan satu beban di tengah ketidakpastian lainnya.