Tim gabungan TNI, Polri, dan masyarakat menyiagakan pos pantau di Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, untuk mengantisipasi kemunculan titik api susulan pasca-kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran yang dipicu cuaca ekstrem sejak Rabu (12/8) itu menghanguskan lahan seluas 3-5 hektare dan berhasil dipadamkan pada Kamis (13/8).
KUTAI BARAT — Personel gabungan masih bersiaga di area bekas kebakaran hutan dan lahan di Kampung Sangsang, Siluq Ngurai, hingga akhir pekan ini. Mereka melakukan pengecekan berkala dan pendinginan pada titik vegetasi kering yang masih menyisakan bara api agar tidak kembali memicu kobaran.
Api yang sempat melahap 3-5 hektare lahan itu berhasil dilokalisasi oleh prajurit Brigade Infanteri (Brigif) TP 85/Benuo Taka Cakti bersama warga dan aparat setempat. Proses pemadaman mengoptimalkan selang pemadam, pompa portabel, dan peralatan "jet shooter" untuk memutus rambatan api.
Tim gabungan memastikan jalur api sudah tertutup sepenuhnya sehingga tidak ada risiko rambatan ke area permukiman warga. Meski demikian, pemantauan berkala akan terus dilakukan hingga kondisi wilayah dinyatakan benar-benar aman.
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengapresiasi respons cepat prajurit Brigif TP 85/Benuo Taka Cakti dalam penanggulangan dini di tengah cuaca kering yang ekstrem. "TNI akan selalu hadir membantu masyarakat. Kesiapsiagaan ini bagian dari upaya menjaga keselamatan warga dan lingkungan," kata Pangdam di Balikpapan, Sabtu.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kutai Barat, total luas kebakaran lahan di wilayah tersebut sepanjang Agustus 2026 telah mencapai 415,51 hektare yang tersebar di berbagai lokasi. Angka ini menunjukkan tingginya kerentanan wilayah terhadap karhutla pada musim kemarau.
Selain Kampung Sangsang, sejumlah titik di kecamatan lain juga tercatat mengalami kebakaran dengan skala bervariasi. Kondisi ini mendorong aparat untuk memperketat patroli dan sosialisasi kepada masyarakat.
Aparat mengimbau warga untuk segera melapor kepada petugas jika melihat kemunculan asap atau titik api di area terbuka. Langkah ini dinilai penting agar api dapat diantisipasi sejak dini sebelum meluas ke area yang lebih besar.
Kesiapsiagaan tim gabungan di Kampung Sangsang akan terus dipertahankan hingga musim kemarau berakhir. Koordinasi antara TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terulangnya karhutla di wilayah Kutai Barat.