Batik Samarinda Jadi Penggerak UMKM, Wakil Wali Kota Dorong Inovasi Motif Ikon Lokal

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:24:01 WIB
Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menghadiri Lomba Busana Kerja Motif Batik Samarinda di Atrium Bigmall Samarinda, Sabtu (22/8/2026).

SAMARINDA — Semakin banyak warga yang mengenakan batik khas Samarinda, semakin besar pula peluang pengrajin untuk meningkatkan produksi dan menciptakan desain baru. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, usai menghadiri Lomba Busana Kerja Motif Batik Samarinda yang digelar di Atrium Bigmall Samarinda, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Saefuddin, momen peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bisa diisi dengan kegiatan yang menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Ia mendorong batik lokal terus berinovasi agar tetap relevan digunakan sebagai busana kerja harian.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan batik, tetapi juga mendorong inovasi agar batik tetap relevan, elegan dan profesional saat digunakan sebagai busana kerja harian,” ujar Saefuddin.

Motif Batik Samarinda Angkat Ikon Sungai dan Pesut Mahakam

Ketua Dekranasda Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, menyebut batik Samarinda punya karakter kuat karena pengrajin bisa memasukkan berbagai ikon daerah ke dalam motifnya. Pesut Mahakam, Jembatan Mahakam, Teras Samarinda, hingga sungai menjadi sumber inspirasi utama.

“Samarinda pasti identik dengan adanya pesut Mahakam, adanya jembatan, adanya menara Masjid Islamic Center. Apalagi ditambah dengan Teras Kota Samarinda. Itu sangat cantik sekali,” kata Rinda.

Dekranasda Kota Samarinda sendiri telah memiliki contoh motif yang menggabungkan sejumlah ikon tersebut dalam satu desain. Motif itu menampilkan pesut Mahakam, Teras Samarinda, Jembatan Mahakam, sungai, serta ikan pesut secara bersamaan.

DPMPTSP Sabet Juara Umum Lomba Busana Kerja

Dari hasil penilaian dewan juri, DPMPTSP Kota Samarinda berhasil meraih Juara I untuk kategori pria dan wanita sekaligus. Pada kategori pria, posisi Juara II diraih DP2PA dan Juara III ditempati BPKAD, dengan Harapan I hingga III masing-masing diberikan kepada Kecamatan Sungai Kunjang, Bapenda, dan BPBD.

Sementara untuk kategori wanita, Disporapar meraih Juara II dan PKK menempati Juara III. Dinas Koperasi dan UKM mendapat Harapan I, disusul Kecamatan Sambutan pada Harapan II serta Badan Kesbangpol pada Harapan III.

Target 800 Peserta dan Dorongan Ekosistem UMKM

Rinda mengungkapkan kegiatan serupa pernah digelar pada 2024 dengan melibatkan sekitar 800 peserta dari unsur ASN, kecamatan, hingga kelurahan. Ia berharap kreativitas masyarakat dalam menciptakan motif dan desain batik Samarinda terus berkembang.

“Ayo saling bergandengan tangan, saling menyatukan satu semangat. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.

Saefuddin menambahkan, penggunaan batik lokal secara lebih luas akan menggerakkan ekosistem UMKM dan pengrajin batik daerah untuk terus berkarya. Ia juga berharap masyarakat semakin bangga mengenakan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

“Acara ini saya harapkan tidak hanya memeriahkan suasana saja, tetapi mampu menumbuhkan rasa bangga kita terhadap warisan budaya batik sebagai identitas bangsa,” pungkasnya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: idenesia.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top