6 Cara Aman Tetap Berolahraga di Tengah Kabut Asap Karhutla Samarinda, Cek Kualitas Udara Dulu

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:26:01 WIB
Warga berolahraga di tengah kabut asap karhutla yang menyelimuti Samarinda, Kalimantan Timur.

SAMARINDA — Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur membuat warga yang ingin menjaga kebugaran harus berpikir dua kali. Asap karhutla membawa partikel pencemar berukuran sangat kecil, salah satunya PM2.5, yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu gangguan pernapasan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa PM2.5 dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikulat tersebut berisiko menimbulkan masalah kesehatan jika terhirup dalam jumlah banyak.

Bukan berarti masyarakat harus berhenti total dari aktivitas fisik. Kuncinya adalah menyesuaikan jenis, durasi, dan lokasi olahraga dengan kondisi udara terkini.

1. Cek Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah

Sebelum berlari, bersepeda, atau bermain futsal, biasakan memeriksa kondisi kualitas udara terlebih dahulu. Informasi ini bisa menjadi pertimbangan utama apakah olahraga outdoor masih layak dilakukan.

Jika kualitas udara memburuk atau asap mulai terlihat pekat, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi atau ditunda. Lebih baik menunda latihan daripada memaksakan diri di tengah polusi.

2. Hindari Olahraga Berat di Luar Ruangan

Olahraga dengan intensitas tinggi membuat tubuh bernapas lebih cepat dan dalam. Akibatnya, volume udara yang masuk ke paru-paru juga meningkat secara signifikan.

Ketika udara mengandung banyak polutan akibat asap karhutla, kondisi ini dapat memperbesar paparan terhadap partikel pencemar. Latihan seperti lari jarak jauh, sprint, atau kardio dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak dipaksakan saat kualitas udara sedang buruk.

Kementerian Kesehatan RI juga mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara dan menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi dampak paparan asap karhutla.

3. Pindahkan Latihan ke Dalam Ruangan

Ketika kualitas udara tidak memungkinkan untuk berolahraga di luar, aktivitas fisik tetap bisa dilakukan di dalam ruangan. Latihan kekuatan, stretching, yoga, senam, latihan mobilitas, hingga treadmill menjadi alternatif untuk mempertahankan rutinitas.

Namun, kondisi udara di dalam ruangan juga perlu diperhatikan. Pastikan ruangan tidak dipenuhi asap yang merembes dari luar dan memiliki sirkulasi udara yang cukup baik.

4. Kurangi Durasi dan Intensitas Latihan

Jika kualitas udara belum terlalu buruk tetapi kondisi lingkungan mulai terpengaruh asap, durasi maupun intensitas latihan dapat dikurangi. Aktivitas yang biasanya dilakukan dengan intensitas tinggi bisa diganti dengan latihan ringan hingga sedang.

Dengan begitu, tubuh tetap mendapatkan manfaat aktivitas fisik tanpa terlalu lama terpapar kondisi udara yang kurang baik. Kementerian Kesehatan RI tetap mendorong masyarakat melakukan aktivitas fisik secara rutin sebagai bagian dari penerapan pola hidup sehat.

5. Kenali Tanda-Tanda dari Tubuh

Jangan memaksakan latihan ketika tubuh mulai menunjukkan gejala tertentu. Batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mata perih, dada tidak nyaman, sesak napas, atau rasa lelah yang tidak biasa merupakan sinyal untuk segera menghentikan aktivitas.

Segera beristirahat dan mencari tempat dengan kualitas udara yang lebih baik apabila keluhan muncul saat berolahraga. Masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan, perlu lebih berhati-hati dalam menentukan aktivitas fisik di tengah kondisi udara yang buruk.

6. Masker Bukan Alasan untuk Olahraga Berat

Masker dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikulat ketika berada di lingkungan berasap. Namun, penggunaan masker tidak berarti seseorang dapat dengan aman melakukan olahraga berat di tengah kualitas udara yang buruk.

Jika kondisi udara sudah tidak sehat, pilihan yang lebih bijak adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memindahkan latihan ke tempat yang kualitas udaranya lebih baik.

Tetap Aktif, tetapi Jangan Abaikan Kualitas Udara

Olahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Di tengah situasi karhutla, rutinitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Memeriksa kualitas udara sebelum beraktivitas, memilih lokasi yang lebih aman, mengurangi intensitas latihan, dan beralih ke olahraga indoor dapat menjadi pilihan ketika kualitas udara memburuk. Dengan begitu, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan pernapasan.

Intinya, tetap aktif, tetapi jangan memaksakan olahraga outdoor ketika kualitas udara sedang tidak bersahabat.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: infosatu.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top