KALIMANTAN TIMUR — Jakarta — Apple dikabarkan telah menguji coba iPhone Ultra kepada sejumlah pihak terpilih sebelum peluncuran resminya. Meski respons keseluruhan terhadap perangkat cukup positif, performa kamera justru menjadi poin yang paling disorot.
Menurut Mark Gurman dari Bloomberg melalui buletin Power On, para penguji awal menilai pengaturan dan pengalaman fitur kamera iPhone Ultra belum memenuhi ekspektasi. Hal ini cukup mengejutkan mengingat posisinya sebagai produk premium dengan harga yang diprediksi tinggi.
Catatan utama yang disampaikan para penguji adalah absennya lensa telefoto pada iPhone Ultra. Padahal, untuk rentang harga yang ditawarkan, fitur tersebut sudah menjadi standar umum di ponsel lipat kompetitor.
Berdasarkan informasi yang beredar, iPhone Ultra hanya akan dibekali dua kamera belakang yang terdiri dari lensa utama 48 MP dan satu lensa ultra-wide. Konfigurasi ini dinilai kurang mumpuni untuk fotografi jarak jauh, sebuah kekurangan yang cukup krusial di kelas harganya.
Di luar masalah kamera, para penguji memberikan respons positif terhadap pengalaman keseluruhan perangkat. Desain iPhone Ultra dinilai pas untuk disimpan di saku, dengan daya tahan dan mekanisme engsel yang memuaskan.
Tata letak aplikasi juga mendapat pujian. Saat layar luas digunakan, tampilannya disebut mirip dengan iPad, memberikan pengalaman multitasking yang lebih baik. Ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengguna yang membutuhkan produktivitas dari perangkat lipat.
Alih-alih menggunakan FaceID, iPhone Ultra disebut akan mengandalkan TouchID yang terintegrasi dengan tombol di sisi samping. Keputusan ini diambil Apple untuk menjaga ketebalan perangkat tetap ramping, yakni sekitar 4,5 milimeter saat dilipat.
Dari segi bentuk, Gurman menyebut iPhone Ultra akan tampil mirip dengan Galaxy Z Fold8. Perangkat ini memiliki layar 5,5 inci saat dilipat dan membentang hingga 7,8 inci saat dibuka, menjadikannya kompetitor langsung di segmen ponsel lipat premium.
iPhone Ultra dijadwalkan meluncur bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada acara yang diperkirakan berlangsung sekitar 9 September 2026. Harga perangkat ini diprediksi mulai dari 2.000 dolar AS atau sekitar Rp35 jutaan, dan bisa lebih tinggi untuk varian memori terbesar.
Dengan harga tersebut, keputusan Apple untuk tidak menyertakan lensa telefoto menjadi pertanyaan besar. Para calon pembeli yang mengutamakan fotografi mungkin perlu mempertimbangkan kembali, terutama karena kompetitor sudah menawarkan pengalaman kamera lebih lengkap di perangkat lipat mereka.
Bagi pengguna yang lebih mementingkan desain, portabilitas, dan pengalaman layar lebar, iPhone Ultra tetap tampak menjanjikan. Namun, bagi mereka yang menjadikan kamera sebagai prioritas utama, tunggu pengumuman resmi dan ulasan mendalam sebelum memutuskan pembelian.