SAMARINDA — Sebanyak 77 mahasiswa resmi dilantik menjadi anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) IX Rayon Dakwah Komisariat UIN-SI Samarinda. Proses pembaiatan menandai tuntasnya seluruh rangkaian kegiatan kaderisasi yang berlangsung di Samarinda tersebut.
Ketua Rayon Dakwah PMII Komisariat UIN-SI Samarinda, Aji Aura Fajar, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia menyebut keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Gus Joko yang memberikan fasilitas selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk terima kasih, pengurus inti bersama panitia memberikan tanda penghargaan kepada Gus Joko. Pemberian tersebut menjadi simbol penghormatan atas waktu, perhatian, doa, serta fasilitas yang telah diberikan untuk mendukung pelaksanaan kaderisasi.
"Atas nama seluruh pengurus dan panitia, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa dan support yang telah diberikan kepada kami. Alhamdulillah, peserta yang bertahan sampai proses pembaiatan dan sah menjadi anggota PMII berjumlah 77 orang," ujar Aji.
Ia berharap para anggota baru tidak berhenti pada status keanggotaan semata. Proses MAPABA diharapkan menjadi pintu awal untuk terus belajar, berorganisasi, dan mengambil peran dalam menyuarakan persoalan sosial di masyarakat.
"Ini bukan akhir, tetapi awal dari proses yang lebih panjang. Kami berharap 77 peserta yang telah dibaiat dapat terus berproses, menjaga komitmen, dan membawa semangat perjuangan dalam menjalankan pengabdian," pungkasnya.
Pertemuan bersama Gus Joko menjadi ruang refleksi bagi pengurus dan peserta pasca-MAPABA. Ia menekankan bahwa keberanian menyampaikan kritik tidak ditentukan oleh banyaknya orang di belakang sebuah suara, melainkan oleh dasar hukum dan argumentasi yang kuat.
"Kalau memang ada yang harus dikritisi, tetap harus disampaikan. Jangan karena yang ada di pemerintahan itu senior kita, kemudian kita tidak berani mengkritik. Yang penting kritik itu memiliki dasar hukum dan argumentasi yang jelas," pesan Gus Joko.
Menurutnya, mahasiswa harus menjaga idealisme sekaligus memahami cara menyampaikan kritik secara bertanggung jawab. Militansi kader tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian bersuara, tetapi juga kemampuan membangun argumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan MAPABA IX yang bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai memiliki makna tersendiri. Momentum kelahiran Rasulullah diharapkan menjadi bagian dari refleksi spiritual bagi peserta dan panitia dalam menjalani proses kaderisasi.
Nilai perjuangan, keteladanan, keberanian, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama yang tercermin dalam perjalanan Rasulullah diharapkan terus menjadi pegangan para kader. Nilai-nilai tersebut relevan dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian pertemuan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon kekuatan hati, keteguhan langkah, serta keikhlasan bagi seluruh kader dalam menjalankan proses pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.