Polda Kaltim Uji Coba Penyekat Api Berbasis Kimia di Balikpapan untuk Bendung Karhutla, Begini Caranya

Penulis: Jauhari Lubis  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:00:02 WIB
Personel kepolisian dan instansi terkait meninjau lokasi kebakaran lahan di Perumahan Sepinggan Asri, Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

BALIKPAPAN — Kondisi cuaca panas dan kering yang disertai angin kencang membuat api mudah bergerak dan meluas. Untuk itu, Polda Kalimantan Timur mencoba metode baru dengan memanfaatkan bahan campuran berbasis air sebagai sekat pada lahan non-gambut.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro langsung meninjau lokasi kebakaran di Perumahan Sepinggan Asri, Balikpapan, Kamis (27/8/2026). Dalam peninjauan itu, ia didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali, Kepala Basarnas, serta jajaran pejabat terkait lainnya.

Bukan Hanya Memadamkan, Tapi Membatasi Rambatan Api

Endar menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan titik api. Menurutnya, upaya membatasi pergerakan api agar tidak meluas menjadi strategi yang sama pentingnya.

"Penanganan bukan hanya memadamkan api. Kita juga perlu membatasi pergerakannya agar tidak meluas," katanya di lokasi kejadian.

Bahan semikimia Hartindo AF31 dan F351 yang diuji coba tersebut difungsikan untuk membentuk batas atau sekat di lahan non-gambut. Penyekat ini diharapkan mampu menghambat laju api, terutama saat kondisi angin dan lahan kering membuat api cepat berpindah.

Luas Lahan Terbakar Capai 75,6 Hektare

Berdasarkan data penanganan karhutla hingga Kamis (27/8/2026), luas lahan yang terbakar di wilayah Kalimantan Timur mencapai sekitar 75,6 hektare. Sementara itu, lahan yang terbakar di kawasan Sepinggan Asri diperkirakan mencapai 3 hingga 4 hektare.

Menghadapi kondisi tersebut, kecepatan respons menjadi kunci. "Sekecil apa pun titik api harus segera kita antisipasi, apalagi kondisi sekarang panas, kering dan angin cukup kuat," ujar Endar.

Uji Coba untuk Wilayah Lain

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas bahan kimia dalam memperlambat rambatan api. Jika hasilnya dinilai efektif, metode ini akan dipertimbangkan untuk diterapkan di wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.

"Kalau hasilnya efektif, metode ini akan kita coba di wilayah lain yang membutuhkan," ucap Endar.

Polda Kaltim memastikan penilaian terhadap teknik pengendalian sebaran api ini akan dilaksanakan terlebih dahulu sebelum metode tersebut diaplikasikan secara lebih luas. Penanganan karhutla di lapangan sendiri melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran di kawasan Sepinggan Asri masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: iknbisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top