KALIMANTAN TIMUR — Sony Bravia Theater Trio hadir sebagai alternatif soundbar konvensional yang tampak kecil dan kurang proporsional jika dipasang di depan TV ultra-besar. Sistem ini terdiri dari tiga unit speaker terpisah yang saling terhubung secara nirkabel, menghadirkan solusi tata suara yang lebih luas untuk ruang keluarga dengan layar raksasa.
Dengan banderol US$2.200, perangkat ini menyasar pengguna yang sudah berinvestasi besar pada TV premium mereka. Namun, pertanyaannya adalah: apakah investasi tambahan ini sepadan?
Unit tengah Bravia Theater Trio berbentuk menyerupai soundbar ringkas yang memuat dua woofer dan satu tweeter. Sony mengklaim penggunaan driver berukuran lebih besar meningkatkan kejernihan suara, terutama untuk dialog.
Dua speaker samping memiliki tinggi lebih dari 13 inci—menjadikannya speaker terbesar yang pernah diuji di samping televisi. Masing-masing unit samping dilengkapi satu woofer dan satu tweeter menghadap depan, plus driver up-firing miring di bagian atas untuk efek ketinggian suara.
Meski berpostur besar, speaker samping tidak terlihat janggal saat diposisikan di samping TV berukuran 50 inci sekalipun. Tentu, proporsinya akan jauh lebih ideal jika ditempatkan di rak atau dipasang berdampingan dengan layar 85 inci ke atas.
Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah koneksi nirkabel antar unit. Anda hanya perlu menyambungkan kabel daya untuk kedua speaker samping, dan kabel HDMI ARC ke TV untuk unit tengah. Tidak ada tombol fisik di semua unit—seluruh pengaturan dilakukan lewat remote atau aplikasi Bravia Connect.
Bravia Theater Trio membawa paket teknologi audio terbaik Sony, di antaranya 360 Spatial Sound Mapping yang menggunakan speaker virtual untuk menciptakan efek suara imersif, serta Sound Field Optimization untuk kalibrasi ruangan.
Proses kalibrasi memanfaatkan mikrofon USB-C yang disertakan dalam kotak, dihubungkan ke ponsel untuk mengukur frekuensi, fase, dan delay secara akurat. Fitur Voice Zoom 3 menggunakan AI untuk mendeteksi dan memperkuat suara manusia dalam film, sementara DSEE Ultimate memulihkan detail musik yang hilang akibat kompresi digital.
Sistem ini juga memiliki mode Multi Stereo yang memutar suara identik dari semua speaker—cocok untuk musik latar saat menjamu tamu. Fitur upmixing dapat mengubah konten stereo menjadi audio 3D, dengan AI Sound Separation menjaga kejernihan vokal selama proses berlangsung.
Harga US$2.200 (sekitar Rp36,3 juta) terbilang tinggi, dan pengguna tetap perlu menambah subwoofer serta speaker surround untuk pengalaman sinema yang benar-benar imersif dan bass yang memadai. Artinya, total biaya bisa membengkak jauh melampaui harga awal.
Proses setup awal juga sempat bermasalah dalam pengujian—koneksi aplikasi gagal beberapa kali dan baru berhasil setelah sistem serta ponsel dimulai ulang. Meski sistem langsung berfungsi begitu HDMI tersambung, kalibrasi ruangan tidak bisa diselesaikan selama 24 jam pertama.
Absennya tombol fisik menjadi catatan tersendiri. Saat berdiri di dekat unit tengah, pengguna tetap harus meraih remote atau membuka aplikasi hanya untuk mengubah volume—ini bisa terasa merepotkan dalam pemakaian sehari-hari.
Bravia Theater Trio adalah pilihan menarik bagi pemilik TV di atas 85 inci yang menginginkan tata suara lebih luas tanpa soundbar besar di depan layar. Desainnya yang modular, koneksi nirkabel antar unit, dan teknologi audio canggih menjadi nilai jual utama.
Namun, di harga Rp36 jutaan, konsumen berhak menuntut kelengkapan yang lebih. Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman home theater lengkap, total anggaran bisa menembus jauh lebih tinggi setelah menambah subwoofer dan rear speaker. Di pasar Indonesia, produk ini jelas menyasar segmen premium yang sangat spesifik—dan perlu pertimbangan matang sebelum memutuskan pembelian.