SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi memastikan seluruh aspirasi yang dijaring anggota DPRD saat reses tidak akan berhenti sebagai catatan pertemuan. Hasil penjaringan itu akan dibawa ke rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dipilah sesuai skala kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Hasil reses tadi semuanya akan saya bawa rapat ke TAPD untuk bisa diimplementasikan segera,” tegas Mahyunadi di Sangatta, Senin (7/9/2026).
Mantan anggota legislatif ini mengaku memahami betul dinamika penyerapan aspirasi di lapangan. Pengalamannya sebagai wakil rakyat membuatnya menegaskan bahwa setiap usulan masyarakat perlu ditindaklanjuti, bukan sekadar menjadi dokumentasi seremonial.
“Saya pernah jadi dewan, memang hasil reses itu penting untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dalam proses pemilahan nanti, dinas teknis akan dilibatkan untuk menilai kebutuhan pembangunan berdasarkan kondisi faktual di masing-masing wilayah. Pendekatan ini dipilih agar program yang direalisasikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih antar sektor.
Di luar penambahan program, Mahyunadi menyoroti persoalan yang lebih mendasar: kualitas pekerjaan dan pemeliharaan infrastruktur. Menurutnya, fasilitas yang dibangun dengan anggaran daerah memerlukan perawatan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan warga dalam jangka panjang.
“Yang sebagian besar disoroti bukan masalah programnya, tapi masalah kualitas dan perawatan,” pungkasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya evaluasi terhadap proyek-proyek yang telah berjalan. Infrastruktur yang selesai dibangun dinilai belum sepenuhnya diiringi skema pemeliharaan yang memadai, sehingga umur teknis bangunan berisiko lebih pendek dari perencanaan.
Evaluasi kualitas ini menjadi sinyal bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak hanya fokus pada realisasi anggaran pembangunan baru. Perhatian terhadap keberlanjutan aset daerah, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya, kini menjadi bagian dari penilaian kinerja.
Pemerintah daerah akan memilah usulan yang masuk dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal. Langkah ini sekaligus menjadi dasar penyusunan program prioritas pada perubahan anggaran maupun tahun anggaran berikutnya.