Mobil Terpapar Abu Vulkanik Jangan Langsung Dinyalakan, Ini Langkah Aman dari Ahli ITB

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:17:01 WIB
Ahli otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, memeriksa kondisi filter udara mobil yang terpapar abu vulkanik sebelum kendaraan dinyalakan kembali.

KALIMANTAN TIMUR — Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pemilik kendaraan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menyalakan mobil yang terpapar abu vulkanik. Pernyataan ini disampaikan Yannes saat dihubungi Antara pada Senin (7/9).

Paparan abu vulkanik tidak hanya merusak lapisan cat bodi. Kandungan silika yang abrasif dan sulfur yang korosif bisa mengganggu kinerja mesin bila partikel tersebut tersedot masuk ke ruang bakar atau merusak komponen elektronik.

Mengapa Mesin Tidak Boleh Langsung Dinyalakan

Menyalakan mesin dalam kondisi ruang mesin dipenuhi abu berpotensi membuat partikel halus terisap masuk ke komponen-komponen krusial. Filter udara yang kotor atau saluran masuk yang tersumbat akan mengganggu aliran udara, sementara partikel yang lolos bisa menyebabkan keausan pada dinding silinder.

"Kalau paparan abu di ruang mesin cukup banyak, sebaiknya jangan buru-buru menyalakan kendaraan," tegas Yannes.

Prosedur Pemeriksaan Sebelum Menyalakan Mobil

Yannes menyarankan pemilik membuka kap mesin secara perlahan. Langkah ini untuk mencegah abu yang menumpuk di permukaan kap justru jatuh dan menyebar ke komponen internal saat kap diangkat.

Setelah kap terbuka, periksa beberapa titik kritis berikut:

  • Filter udara mesin dan saluran masuk udara
  • Radiator dan kondensor AC
  • Konektor kelistrikan dan soket sensor
  • Karet seal, area sekitar wiper, dan kisi-kisi depan

Cara Membersihkan yang Benar: Jangan Disiram dan Ditiup Kompresor

Kesalahan umum yang sering dilakukan pemilik adalah langsung menyiram ruang mesin dengan air bertekanan tinggi. Yannes mengingatkan kendaraan modern memiliki banyak sensor, soket, dan modul elektronik yang sensitif terhadap air.

Abu juga tidak boleh dibersihkan dengan hembusan udara bertekanan tinggi secara sembarangan. "Partikelnya justru dapat terdorong masuk semakin jauh ke celah komponen," ucapnya.

Metode yang lebih aman adalah membersihkan secara perlahan menggunakan kain mikrofiber atau vacuum cleaner dengan daya hisap rendah, lalu memeriksa kembali area yang rawan menyimpan partikel.

Kapan Kendaraan Harus Dibawa ke Bengkel

Untuk kasus paparan abu yang parah, Yannes menyarankan pemilik tidak mengambil risiko membersihkan sendiri. Kendaraan sebaiknya langsung dibawa ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya untuk pemeriksaan dan pembersihan menyeluruh oleh tenaga profesional.

"Kalau paparan cukup berat, langkah paling aman adalah membawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan dan pembersihan yang benar sebelum digunakan kembali," tuturnya.

Pemeriksaan profesional biasanya mencakup pembongkaran filter udara, pembersihan throttle body, serta pengecekan sistem kelistrikan untuk memastikan tidak ada partikel abrasif yang tersisa di area kritis.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top