BONTANG — Keputusan itu disampaikan langsung Neni setelah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di kota tersebut menembus kategori tidak sehat. Sejumlah sekolah bahkan sudah lebih dulu memulangkan siswanya dan beralih ke pembelajaran daring sejak Rabu (16/9/2026), sehari sebelum instruksi resmi turun.
"Saya instruksikan agar untuk sementara diberlakukan sekolah online, karena asap semakin tebal," ucap Neni, dikutip dari Klikkaltim.com.
Neni menegaskan durasi kebijakan ini tidak ditetapkan dalam tenggat tetap. Pemerintah kota akan mengevaluasi kondisi lapangan dari hari ke hari.
"Waktunya sampai kondisi udara kita baik lagi," sambungnya.
Pengukuran alat pemantau yang terpasang di Taman Adipura, Tanjung Laut, menunjukkan ISPU Kota Bontang berada di angka 115 pada Kamis (17/9/2026). Angka itu masuk kategori tidak sehat, dengan polutan utama partikulat PM2,5.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo menyebut kepulan asap hari itu lebih tebal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Pada malam sebelumnya, kualitas udara masih berada di kategori sedang.
"Kualitasnya kian kritis. Malam tadi kategori sedang. Sekarang sudah dikategorikan tidak sehat," ucap Heru.
Heru menjelaskan, asap yang menyelimuti Bontang bukan berasal dari titik api di kota itu sendiri. Sumbernya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah lain.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat asap membawa partikel debu terbang jauh hingga masuk ke wilayah Bontang. Pola ini yang membuat kualitas udara turun cepat dalam hitungan jam.
Karena sumber polutan berada di luar wilayah, penanganan di tingkat kota terbatas pada pemantauan kualitas udara dan pengurangan paparan ke warga. Pemkot Bontang belum menyebut langkah lanjutan di luar kebijakan sekolah daring.
Kebijakan ini memindahkan seluruh aktivitas belajar mengajar dari ruang kelas ke rumah siswa. Orang tua di Bontang harus kembali mendampingi anak belajar daring sementara kualitas udara di luar rumah belum aman.
Sekolah yang belum sempat menghentikan tatap muka langsung memulangkan siswanya begitu aturan ditetapkan. Sejumlah sekolah dilaporkan sudah lebih dulu menjalankan pembelajaran via daring sejak Rabu (16/9/2026).
Warga Bontang yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan memperhatikan kondisi udara terkini. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan paling terdampak paparan PM2,5.
Pemkot Bontang akan mengumumkan perubahan status kebijakan sekolah begitu kualitas udara kembali ke kategori aman.