Pencarian

ISPU Taman Segiri Samarinda Capai 102, DLH Imbau Warga Alihkan Olahraga ke Dalam Rumah

Kamis, 03 September 2026 • 20:39:31 WIB
ISPU Taman Segiri Samarinda Capai 102, DLH Imbau Warga Alihkan Olahraga ke Dalam Rumah
Warga berolahraga di kawasan Taman Segiri, Samarinda, saat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 102 pada Rabu (2/9/2026).

SAMARINDA — Angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipantau di Taman Segiri, Jalan Harmonika, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, menyentuh 102 pada Rabu (2/9/2026) pukul 13.00 Wita. Angka tersebut menempatkan kualitas udara Samarinda pada kategori tidak sehat.

Kondisi ini tidak berlangsung konstan sepanjang hari. Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat kadar partikulat mulai meningkat sekitar pukul 12.00 Wita hingga malam hari, sementara pada pagi hari konsentrasinya masih berada di kategori sedang.

Siang hingga Malam Jadi Waktu Paling Rawan Berolahraga

Perubahan kualitas udara yang cepat membuat pilihan waktu berolahraga menjadi penentu. Warga yang terbiasa berlari di pagi hari memang masih relatif aman, tetapi mereka yang beraktivitas di luar rumah pada siang atau sore hari perlu lebih waspada.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda Suwarso mengatakan, data ISPU sebetulnya bisa diakses siapa pun. Masyarakat tidak perlu menunggu peringatan resmi dari pemerintah untuk mulai menyesuaikan jadwal aktivitasnya.

"Kondisi kualitas udara itu kan siapa pun bisa mengakses. Kemudian idealnya tanpa diperingatkan pemerintah pun dia sudah bisa mengukur. Bahwa ini kualitas udara baik atau buruk," ujarnya.

Treadmill Jadi Alternatif saat ISPU Tembus 100

Ketika angka ISPU sudah menunjukkan kategori tidak sehat, Suwarso menyarankan warga untuk sementara memindahkan olahraga ke dalam rumah. Aktivitas seperti treadmill disebutnya bisa menggantikan lari di luar ruangan tanpa mengurangi porsi latihan.

"Kalau kualitas udaranya sedang tidak baik atau tidak sehat, ya aktivitas warganya dalam rumah dulu deh. Treadmill misalnya gitu ya," katanya.

Suwarso menambahkan, hasil pemantauan bisa berubah cepat dan biasanya diperbarui setiap 30 menit. Warga yang tetap ingin berolahraga di luar dapat melakukan pengecekan ulang terlebih dahulu sebelum memutuskan keluar rumah.

"Jadi untuk kepentingan kesehatan, dia harusnya bisa membatasi. Kualitas udara itu terlihat kan, lalu bisa kita pantau per 30 menit," ujarnya.

Imbauan ini mengingatkan bahwa menjaga kebugaran tidak cukup hanya dengan mengatur jenis dan intensitas gerakan. Kualitas udara yang masuk ke paru-paru selama berolahraga sama menentukan. Di kota yang tingkat polusinya berubah cepat seperti Samarinda, memilih waktu dan tempat berolahraga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga kesehatan.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insitekaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks