KALIMANTAN TIMUR — Bermain padel bareng teman atau ikut kelas pilates kini jadi cara anak muda menghabiskan akhir pekan, menggantikan agenda nongkrong di kafe. Tren social fitness ini menggabungkan olahraga, hiburan, dan interaksi sosial dalam satu aktivitas. Simak alasan di baliknya serta hal yang perlu diperhatikan sebelum ikut tren ini.
Padel dan pilates bukan lagi sekadar olahraga biasa. Keduanya kini jadi pilihan aktivitas akhir pekan yang menggabungkan kebugaran dengan kesempatan bersosialisasi bersama teman.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran cara anak muda memandang waktu luang. Alih-alih duduk berlama-lama di kafe, mereka memilih berkeringat bersama di lapangan atau studio.
Social fitness menggambarkan aktivitas olahraga yang sekaligus menjadi ajang bersosialisasi. Padel menawarkan pengalaman bermain berpasangan sehingga pemain bisa berkomunikasi dan bekerja sama selama pertandingan.
Pilates menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melatih kekuatan otot, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh dalam suasana kelas. Keduanya memberi ruang bertemu teman sambil tetap aktif bergerak.
Dilansir dari Frontiers in Psychology, padel dan pickleball mulai diteliti karena potensinya mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan.
Harvard Health Publishing menyebut aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Olahraga bersama juga menjaga motivasi agar tetap aktif. Berikut beberapa alasannya:
Mengikuti aktivitas yang sedang populer sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, jadwal, dan kondisi keuangan. Dengan begitu, olahraga tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
WHO menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau intensitas tinggi 75–150 menit per minggu. Rekomendasi ini bisa dipenuhi lewat berbagai jenis aktivitas, tidak terbatas pada padel atau pilates.
Jika memiliki riwayat cedera, masalah sendi, atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai padel maupun pilates. Pemula juga disarankan memulai dengan intensitas ringan agar tubuh beradaptasi.
Dengan perencanaan yang tepat, olahraga bersama teman bisa menjadi cara menyenangkan menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan sosial di akhir pekan.