KALIMANTAN TIMUR — Kabin Danza Z9 GT memadukan jok zero-gravity, lemari pendingin, dan audio Devialet 20 speaker dalam satu paket grand tourer listrik berharga Rp 2,25 miliar OTR Jakarta. Tenaga 1.156 PS dan klaim 0-100 km/jam 2,7 detik menempatkannya di kelas performa yang jarang menyentuh harga segini. Namun sejumlah detail kabinnya perlu dicermati sebelum Anda memutuskan.
Danza Z9 GT dipasarkan di Indonesia lewat dua jalur merek yang sama-sama menempel pada BYD: Danza sebagai merek premium, dengan Z9 GT sebagai model flagship. Harga Rp 2,25 miliar OTR Jakarta menempatkannya berhadapan langsung dengan sedan dan SUV listrik premium Eropa yang sudah mapan lebih dulu di pasar lokal.
Mobil ini mengusung konsep grand tourer berdesain shooting brake, dibangun di atas e3 Platform dengan tiga motor listrik. Angka pabrikan menyebut tenaga hingga 850 kW atau 1.156 PS dan torsi 1.210 Nm — angka yang biasanya muncul di mobil seharga dua kali lipat.
Bodinya panjang 5.180 mm dengan jarak sumbu roda 3.125 mm. Dimensi itu menjelaskan mengapa kabinnya terasa lega, terutama untuk penumpang baris kedua yang jadi prioritas di mobil grand tourer.
Profil shooting brake memberi siluet yang lebih rendah dibanding SUV listrik seharga segini. Konsekuensinya, mobil ini lebih cocok dipandang sebagai tourer ketimbang kendaraan keluarga serba bisa. Ground clearance dan geometri suspensi belum diuji langsung dalam sesi ini, jadi klaim kenyamanan di jalan rusak belum bisa dibuktikan.
Danza menyiapkan tiga pilihan kabin. Varian Black with Yellow Stitching & Alcantara mengandalkan material Alcantara dan jahitan kuning kontras untuk karakter sporty. Pilihan Dark Chocolate with Red Velvet memberi kesan dramatis dan hangat, sementara Dark Chocolate with Perg Beige memadukan cokelat gelap dengan aksen beige untuk suasana lebih tenang.
Pengemudi disambut roda kemudi sport tiga palang dan tuas transmisi berbahan logam yang dipasang pada kolom kemudi. Penempatan tuas di kolom menyisakan ruang lebih lapang di konsol tengah — solusi yang masuk akal untuk mobil dengan konsol tengah penuh perangkat.
Kursi penumpang depan punya pengaturan zero-gravity: sandaran bisa direbahkan dan sandaran kaki empat arah dibentangkan. Di baris belakang, jok dilengkapi penopang multi-titik untuk perjalanan jauh.
Konsol tengah menampung lemari pendingin dan pemanas terintegrasi dengan rentang suhu minus 6 hingga 50 derajat Celsius. Rentang itu cukup lebar untuk menyimpan minuman dingin maupun sajian hangat dalam satu perangkat yang sama.
Untuk audio, Danza memasang sistem Devialet dengan 20 speaker. Atap kaca panoramik seluas 2,1 meter persegi menerangi kabin, dilengkapi pelindung matahari untuk menekan panas masuk.
Layar Augmented Reality Head-Up Display berukuran 50 inci memproyeksikan navigasi dan telemetri ke garis pandang pengemudi. Sistem Google built-in mendukung navigasi suara dan integrasi aplikasi, jadi pengguna Android tidak perlu bergantung pada mirroring ponsel.
Fitur lain mencakup kunci digital via NFC, Bluetooth, dan UWB, pintu elektrik otomatis, serta dua bantalan pengisian daya nirkabel berdaya 50 watt. Tiga profil suara kabin — Sci-Fi, Power, dan Comfort — bisa dipilih sesuai karakter berkendara.
Klaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,7 detik dan jarak tempuh 701 km memakai hitungan NEDC. Perlu dicatat, NEDC adalah siklus pengujian lama yang umumnya menghasilkan angka lebih optimistis dibanding WLTP maupun pengujian dunia nyata. Untuk mobil seberat dan sekuat ini, angka konsumsi aktual di jalan Indonesia kemungkinan besar lebih rendah.
Semua angka performa di atas berasal dari klaim pabrikan. Belum ada data pengujian independen yang bisa dikutip untuk memverifikasi akselerasi maupun efisiensi Danza Z9 GT di kondisi jalan lokal.
Danza Z9 GT cocok untuk pembeli yang mengutamakan performa ekstrem dan kemewahan kabin, tidak terlalu bergantung pada jaringan servis luas, serta siap menerima risiko nilai jual kembali merek baru. Mobil ini juga masuk akal bagi yang rutin menempuh perjalanan jauh dan ingin kenyamanan kelas first-class di kursi depan.
Sebaliknya, kurang cocok untuk pembeli yang memprioritaskan kemudahan servis di kota kecil, garasi rumah terbatas, atau yang ingin kepastian nilai tukar saat menjual kembali. Untuk kelompok itu, merek premium Eropa dengan jaringan bengkel resmi lebih luas masih jadi pilihan lebih aman.