SAMARINDA — Kontingen Pokja PWI Samarinda resmi dilepas untuk berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) IV Kalimantan Timur 2026. Ajang olahraga insan pers tingkat provinsi itu dijadwalkan berlangsung 4-5 November di Balikpapan.
Sebanyak 70 peserta disiapkan mengikuti 10 cabang olahraga. Pelepasan berlangsung di halaman Sekretariat PWI Kaltim, Selasa, 3 November 2026.
Ketua Pokja PWI Samarinda Sardiman menyebut seluruh peserta telah dipersiapkan untuk mengikuti 10 cabang olahraga. Persyaratan keikutsertaan juga memperhatikan kompetensi profesi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
"Kami akan mengirimkan total 70 orang dan bakal mengikuti 10 cabang olahraga. Salah satu syarat yang harus dipenuhi wartawan yang ikut berpartisipasi adalah mereka harus lebih dahulu mengikuti Uji Kompetensi Wartawan," jelas Sardiman.
Dukungan Pemkot Samarinda selama ini disebut turut menjadi penyemangat bagi wartawan untuk berpartisipasi. Menurut Sardiman, pemkot selalu memberikan support setiap kali pagelaran Porwada digelar.
Porwada 2026 menjadi kesempatan bagi kontingen Samarinda untuk memperbaiki capaian prestasi. Setelah meraih gelar juara umum pada Porwada 2023, Pokja PWI Samarinda harus puas menempati posisi runner-up dalam dua penyelenggaraan berikutnya, yakni 2024 di Samarinda dan 2025 di Kota Bontang.
Meski membidik posisi terbaik, Sardiman mengingatkan peserta agar tidak terlalu memaksakan diri selama pertandingan. Para wartawan yang berlaga bukan atlet profesional sehingga keselamatan dan kondisi kesehatan harus tetap menjadi prioritas.
"Kita bukan atlet. Kita hanya ikut meramaikan, tapi kalau kita bisa mencapai puncak juara, mudah-mudahan," ucapnya.
Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menyebut Porwada merupakan bagian dari program pembinaan olahraga wartawan sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Penyelenggaraan yang memasuki tahun keempat itu menunjukkan perkembangan pembinaan atlet dari kalangan wartawan di Kaltim.
Capaian kontingen Kaltim dalam sejumlah penyelenggaraan Porwanas sebelumnya juga menunjukkan perkembangan positif, baik dari perolehan medali maupun pencapaian peringkat.
Rahman tetap mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan perburuan medali sebagai alasan mengabaikan keselamatan. Pengalaman kehilangan rekan sesama wartawan setelah mengikuti kegiatan olahraga sekitar sebulan lalu menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama, jangan sampai ambisi meraih medali justru mengorbankan nyawa," tegasnya.