JAKARTA — Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) kembali menggelar ajang apresiasi tertinggi bagi pelaku industri musik Tanah Air. AMI Awards ke-29 mengangkat tema "Ruang Nada Nusantara" dan menyediakan 67 kategori yang mencerminkan beragamnya genre, pendekatan produksi, serta karakter musik para musisi Indonesia.
Dukungan penuh datang dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Malam anugerah berlangsung di Jakarta pada Rabu, dengan daftar pemenang tersebar dari bidang pop hingga metal.
Di bidang pop, Bernadya menang sebagai Artis Solo Wanita Pop Terbaik lewat lagu "Rabun Jauh". Tulus menyusul sebagai Artis Solo Pria Pop Terbaik dengan "The Hijau".
Duo/ Grup Pop Terbaik jatuh ke Perunggu melalui "Pikiran Yang Matang". Sementara Pencipta Lagu Pop Terbaik diraih Putra Permana dan Ari Lesmana untuk "Sesi Potret".
Yoseph Sitompul menyabet Penata Musik Pop Terbaik lewat "Teh Hijau". Album Pop Terbaik diberikan kepada "iqro'" dari Raim Laode, produksi Halemia.
Bidang dangdut menghadirkan nama-nama besar. Lesti menang sebagai Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik melalui "Kura Kura Dalam Perahu", sedangkan Rhoma Irama meraih Artis Solo Pria Dangdut Terbaik lewat "Senyum".
Selfi Yamma menjadi Artis Solo Dangdut Alternatif Terbaik dengan "Pelukan Nyata". Duo/ Grup/Kolaborasi Dangdut Terbaik diraih Mila DA7 dan Valen DA7 melalui "Meleleh Bahagia".
Akbar Chalay dan Mingse mengisi kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik lewat "Astaga Bercanda". Adibal menyabet Pencipta Lagu Dangdut Terbaik, sementara Yusup Tojiri menang Penata Musik Dangdut Terbaik, keduanya untuk "Kura Kura Dalam Perahu".
For Revenge dan Stand Here Alone menang Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik melalui "uKYdS". Album Rock Terbaik diraih Black Horses lewat "Jahanam", produksi FireFly Records.
Di bidang metal, Burgerkill menang Artis Solo/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik dengan "Kontinum". Album Metal Terbaik diberikan kepada Cloath melalui "The Fallen God", produksi Hammersonic Records.
Kunto Aji menjadi Artis Solo Alternatif Terbaik lewat "Berani". Dongker dan Jason Ranti menang Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik melalui "Disarankan Di Bandung". Album Alternatif Terbaik diraih Reality Club dengan "Who Knows Where Life Will Take You?".
Tohpati Bigband menang Artis Jazz Terbaik lewat "Secret Agent". Societeit de Harmonie menyabet Artis Jazz Alternatif Terbaik melalui "Petir" sekaligus Album Jazz/Jazz Alternatif Terbaik untuk "Ungkapan", produksi Kuatimane Records.
Afgan meraih Artis Solo Soul/R&B Terbaik dengan "Kacamata". Thee Marloes menang Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik lewat "I'd Be Lost". Di kategori alternatif, Andien menang lewat "Jatuh Pelan" dan Galdive melalui "20 Weeks".
Dipha Barus dan Hindia menjadi Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik lewat "Nafas". White Chorus menang Artis Solo/Grup/Kolaborasi Elektronika Terbaik dengan "Mungkin".
K3bi menang Artis Solo Rap/Hiphop Terbaik melalui "Doa". Iwa K dan Chicco Jerikho meraih Duo/Grup/Kolaborasi Rap/Hiphop Terbaik lewat "DOAMAT!". Album Rap/Hiphop Terbaik jatuh ke Basboi dengan "Kasablanka", produksi HOMEBOi/EMPIRE.
Ndarboy Genk dan Banditoz Yaow 86 menang Artis Solo/Grup/Kolaborasi Koplo Terbaik melalui "Kicau Mania". Amrih Basuki Purnomo menyabet Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Asli Terbaik lewat "Langgam Telaga Sarangan", sementara Krontjong Toegoe menang kategori ekstra/alternatif dengan "Jakarta Kota Raja".
Etenia Croft menang Artis Solo Anak-Anak Terbaik lewat "Sahabat Terbaik". Prince Poetiray dan Quinn Salman meraih Duo/Grup/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik melalui "Rukun Sama Teman".
Pencipta Lagu Anak-Anak Terbaik diraih Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro untuk "Sikilku Iso Muni (Kakiku Bisa Bunyi)". Dwiki Dharmawan menang Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik lewat "Rukun Sama Teman".
Karya Orkestral Terbaik diberikan kepada "Terima Kasih" dari Naura Ayu dengan penata musik Ivan Tangkulung. Album Film Scoring Terbaik diraih Ofel Obaja melalui "Na Willa: Music From The Motion Picture", produksi Visinema.
Di kategori karya produksi, Isyana Sarasvati dan Agt.Widi menang Karya Produksi Progresif Terbaik lewat "BURN". Shaggydog, Rebellion Rose, dan The Glad meraih Karya Produksi Reggae/Ska/Rocksteady Terbaik melalui "Lodse".
Karya Produksi Kolaborasi Terbaik diberikan kepada enau dan Ari Lesmana untuk "Sesi Potret". Sementara Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik diraih Luisa Adreena dan Azamy Syauqi lewat "Sikilku Iso Muni (Kakiku Bisa Bunyi)".
Rollerblade menang Karya Produksi Grup Vokal Terbaik melalui "no na". Denny Caknan meraih Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik lewat "Negoro Angin", dan Indra Lesmana menang Karya Produksi Instrumentalia Terbaik dengan "Dim Glow".
Karya Produksi Musik Global Terbaik diraih Hasyim Abubakar Yahya, Ki Heri Purwono, dan Mustafa Debu lewat "Kidung Walisongo". Yovie Widianto, Andi Rianto, dan Rony Parulian menang Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik melalui "Salahi Aku (Ku Jatuh Cinta Lagi)".
Karina Christy menyabet Karya Produksi Blues Terbaik lewat "Don't Fall In Love With A Rockstar". Idgitaf meraih Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik melalui "Sedia Aku Sebelum Hujan", dan Adi Darmawan menang Karya Produksi Kontemporer Terbaik dengan "Arangkak".